Masyarakat Malang boleh senyum bahagia. Leluhur mereka arum kuncara ngejayeng jagad raya. Pada jaman Majapahit Prabu Hayamwuruk yang memerintah tahun 1350 – 1386 kerap berkunjung ke wilayah Malang. Beliau tapa brata di Gunung Semeru. Turut serta bermeditasi Empu Prapanca dan Empu Tantular. Turut serta bermeditasi Empu Prapanca dan Empu Tantular. Kunjungan kenegaraan itu sekaligus sosialisasi kitab Negarakertagama dan kitab Sutasoma. Karya sastra piwulang ini berguna untuk membina pendidikan budi pekerti.
Agama ageming aji. Masyarakat Malang melaksanakan ajaran agama berpijak pada nilai budaya. Arab digarap Jawa digawa. Hasilnya adalah keselarasan sosial. Metode beragama ini sesuai dengan ajaran Wali Sanga.
Kanjeng Sunan Ampel, salah seorang Wali Sanga diberi tugas untuk membina wilayah Malang. Kasultanan Demak Bintara mengutus Sunan Ampel pada tahun 1523 untuk melakukan syaiar di kawasan Dampit, Batu, Mandaraka, Ampelgading, Bantus, Dau, Donomulyo, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromeng, Lawang, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing, Tajinan, Sumber-pucung, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagis, Wajak, Wonosari.
Peran kabupaten Malang selanjutnya tetap penting dan menggembirakan. Pada masa kerajaan Pajang, Mataram dan Surakarta Hadiningrat. Bahkan pada era sekarang warga Malang yang menjadi abdi dalem kraton. Hubungan harmonis ini patut mendapat penghargaan dari generasi muda. Sejarah sebaiknya berkelanjutan. Lila lan legawa kanggo mulyane negara.
Kabupaten Malang pada tahun 1819 mendapat status daerah otonom dari kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya saat itu dijabat oleh Kanjeng Sinuwun Paku Buwono IV. Beliau membina masyarakat Malang dengan serat Wulangreh.
Surat keputusan kabupaten Malang sebagai daerah otonom diserahkan oleh pejabat Patih KRA Sosrodiningrat II pada tanggal 28 Nopember 1819. SK diterima oleh Bupati Malang Raden Adipati Aryo Notodiningrat I.
Para pemimpin Kadipaten Malang sadar sejarah. Upacara sesaji dilakukan demi mendapatkan ketenangan lahir batin. Wibawa gunung Mahameru dijaga dengan upacara kenegaraan.
C. Wibawa Gunung Mahameru.
Kerajaan Singosari di bawah kepemimpinan Sinuwun Prabu Kertanegara tampil maju makmur berwibawa. Tiap tahun raja Singosari mengirim utusan tim Kraton untuk menyenggarakan wilujengan. Bertempat di kawah Junggring Salaka gunung Semeru.
Prabu Kertanegara memimpin langsung jalannya upacara adat. Sesaji dan uba rampe lengkap jangkep genep genah. Paugeran adat kerajaan Singosari diwariskan secara turun tumurun.
Abdi dalem purwo kinanthi Karaton Singosari siap sedia. Bunga, dupa, ratus dibawa untuk kelengkapan prosesi ritual. Para Bupati Malang hadir untuk membangun peradaban dunia. Yakni keselarasan jagad gedhe dan jagad cilik.
1. Adipati Notodiningrat I 1819 – 1839. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IV, raja Kraton Surakarta Hadiningrat.
2. Adipati Notodiningrat II 1839 – 1884. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VII, raja Kraton Surakarta Hadiningrat.
3. Adipati Notodiningrat III 1884 – 1898. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IX, raja Kraton Surakarta Hadiningrat.
4. Adipati Suryodiningrat I 1898 – 1934. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono X, raja Kraton Surakarta Hadiningrat.
5. Adipati Sam Hadinagoro 1934 – 1945. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono X, raja Kraton Surakarta Hadiningrat.
6. R Soedono 1945 – 1950. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
7. Ronggo Moestedjo 1947 – 1950.nDilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
8. Said Hidayat 1950 – 1951. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
9. Mas Ngabehi Soentoro 1950 – 1958. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
10. R Soendoro Harjoamijoyo 1958 – 1959. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
11. Djapan Notobudoyo 1959 – 1964. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
12. Moch Sunan, SH 1964 – 1969. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
13. Kol R. Suwignyo 1969 – 1979.nDilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
14. Kol Eddy Slamet 1980 – 1985. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
15. Kol Abdul Hamid Mahmud 1985 – 1995. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
16. Kol Moh Said 1995 – 2000. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
17. Ir Moh Ibnu Rubianto 2000 – 2001, Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
18. Sujud Pribadi, S.Sos 2001 – 2010. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Megawati.
19. Rendra Kresna 2010 – 2018, Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
20. Drs. M. Sanusi, MM 2018 – sekarang, Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Anjajah desa milang kori.
Kala mangsane pariwisata.
Endahe bumi nuswantara.
Ingkang adi luhung alas lan gunung gunung.
Kabupaten Malang sepanjang masa memang menawan, panjang sejarahnya, punjung luhur kewibawaannya. Maju kota desanya, bahagia warganya. Puji pinuji mugi sami pinanggih rahayu lestari. Keindahan alam Malang merupakan anugerah Tuhan. Penduduk kabupaten Malang ramah tamah, jujur mujur, andhap asor dan berbudi utama, demi memayu hayuning bawana.
Gunung Semeru yang berada di wilayah Malang dianggap sakral oleh warga Bali. Gunung Agung di Bali adalah anak gunung Semeru. Tiap tahun warga Bali melakukan sesaji sendang Widodaren
Bagi masyarakat Bali keturunan Kerajaan Majapahit, sendang Widodaren tempat mengalirnya tirta perwira. Air penghidupan ini dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan. Sebagian orang menyebut tirta perwita sari.
(LM-01)

