Papan pecahan kapal dan permukiman kuno dari situs ini sudah diteliti di Laboratorium di Amerika oleh Balar Sumut, dengan hasil akurat, terbukti kayu nya merupakan jejak peradaban kuno berasal dari abad ke 7 Masehi.
Bukan hanya ditemukan dinar dan dirham di situs spektakuler ini, bahkan alat ukur satuan Dinar dan Dirham dari Timur Tengah bernama Ukiyyah, juga ditemukan. Jadi ada semacam lembaga keuangan kuno yang mengontrol sistem moneter yang berlangsung di sini.
Penemuan situs yang memenuhi syarat ditetapkan sebagai Cagar Budaya nasional bahkan level internasional ini tak lama lagi akan memasuki penulisan baru historiografi Indonesia, khusus nya era masuknya peradaban Islam di Indonesia. Sebuah buku baru berjudul Sejarah Islam di Nusantara, tulisan sejarahwan otodidak Abu Bakar Bamuzaham, yang berisi temuan Islam situs Bongal ini, segera akan diluncurkan. Abu Bakar sendiri awalnya seorang jurnalis, dia adalah direktur lembaga yang mendanai eskavasi Balar ini.
Situs ini menguatkan hipotesa seminar pertama masuknya Islam di Indonesia yang diselenggarakan di Medan tahun 1963 : Islam masuk sejak abad pertama di Indonesia. Tempatnya, bukti nya belum jelas waktu itu.
Kini desa Jago jago dengan ratusan temuan Dinar dan Dirham nya dari abad 7-8 Masehi, membuat sejarah akan terperangah. Apalagi mulai ada tanda tanda diduga jejak Kristen Nestorian kuno abad 7, artefak nya mulai ditemukan juga di sini.
Di tengah hutan rawa berlumpur, di tepi lobang gali tambang emas tradisional situs Bongal ini, saya bulan Agustus 2020 yang lalu, terduduk gusar menatap puluhan warga mendulang emas di sela sela runtuhan tiang permukiman kuno abad ke 7 Masehi. Dari tepi kotak galian penambang emas itu saya merenung dan kemudian jelas sia sia, tak menemukan nama Bongal, Jago jago, Badiri, dalam literatur kuno manapun. Seperti saya paparkan dalam FGD Islam dan jalur rempah di UINSU (22 Desember 2020), dalam peta jalur pelayaran kuno yang saya selidiki, tempat ini tidak terdeteksi. Peta Belanda yang rajin jelajah situs pun kosong tak mencatat tempat ini. Sebuah kota kuno dunia yang tidak terdapat pada peta manapun.
Jadi, apa nama tempat ini dulu ?
Tunggu lah, sejarah selalu harus ditulis ulang berdasar temuan temuan terbaru.
(LM-01)
