“Kemudian saya perlu satu rekomendasi untuk PJUTS kalau rusak. perlu ada rekomendasi terkait dengan transfer of knowledge. ini engga ada sekarang saya ditanya, ini baru dipasang mati ini gimana caranya?” pungkasnya.
Andi mengatakan, banyak masyarakat yang bekerja sebagai vendor PJUTS di dapilnya yang hingga kini belum dibayar setelah pembangunan alih teknologi itu.
“Orang-orang yang kerja di dapil saya itu banyak yang belum dibayar sampai saat ini. yang kerja tuh masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat kerja komisi VII dengan Kementerian ESDM, ia juga mengingatkan BPH migas yang mengemban tugas sebagai pengaturan dan pengawasan sumber daya alam, agar mempertanggungjawabkan pemanfaatan iuran badan usaha terkait migas untuk kemajuan industri hilir.
Dalam rapat kerja Komisi VII dengan Kementerian ESDM itu, Andi meminta kementerian untuk kembali membedah anggaran agar lebih berguna untuk masyarakat.
Di samping itu, ia menjelaskan pentingnya badan litbang ESDM melakukan riset untuk mengatasi kekeringan yang melanda di dapilnya, Sulawesi Selatan dengan memanfaatkan energi matahari.
“Coba bapak bedah anggaran litbang kalau bisa yang berguna untuk masyarakat,” Andi menambahkan.

