Liputan PARIWISATA

Orang Rela Tidak Berhubungan Badan Demi Bisa Traveling

Ditulis oleh Liputan68 pada 23 Februari 2021 • ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Imbas pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat drastis dunia parawisata selama setahun belakangan berubah. Tetapi perubahan itu bukan mustahil akan berlaku untuk selamanya.

di beberapa negara pembatasan mualai di cabut saat vaksin Covid-19 diluncurkan, kini para pelancong tinggal menunggu dengan sabar untuk memperbolehkan mereka berpetualang lagi.

baru-baru ini Platform pencarian akomodasi melakukan survei untuk melihat bagaimana konsumen merencanakan, memimpikan, dan mempertimbangkan perjalanan pada tahun 2021.

Survei ini dilakukan pada 3-9 Januari 2021 lalu dengan melibatkan 2.000 orang dewasa di Amerika Serikat dan Inggris. Survei membuktikan bahwa traveling merupakan bagian penting dari hidup. Traveling mengambil peran besar dalam membuat manusia bahagia, di kutip dari OkeZone.

Lebih dari 80 persen responden menyetujui jika bepergian adalah wujud perawatan diri, kebugaran, dan cara memperluas perspektif seseorang. Oleh karenanya, tidak aneh jika mereka siap merelakan banyak hal demi berlibur.

Menurut survei yang dilakukan Trivago, sekitar 38 persen responden Amerika dan 40 persen responden Inggris menyatakan mereka rela berhenti berhubungan badan dengan pasangannya selama setahun, jika mereka akhirnya diizinkan melakukan perjalanan lagi.

Tak hanya masalah bercinta, 25 persen responden menyanggupi untuk menyerahkan semua tabungan mereka dan 48 persen Amerika Serikat serta 41 persen warga Inggris rela melepaskan pekerjaan mereka. Semua itu demi kembali melakukan hobinya yang sempat terhenti untuk melakukan traveling.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian