Selain itu, pendapat dari sudut pandang lainnya datang dari Hendri Satrio yang merupakan pengamat politik di Universitas Paramadina mengatakan, Jokowi akan mendapatkan keuntungan dari staf seniornya yang memimpin partai.
“Dengan adanya Moeldoko di Partai Demokrat, pemerintahan akan semakin kuat dan ini bukan hanya soal 2024, tapi hari ini, dengan ini, pemerintah akan sangat leluasa untuk merancang kebijakan terkait politik dan kekuasaan,” ungkap Hendri Satrio.
Meski demikian, Hendri Satrio mengakui bahwa dirinya tidak bisa memastikan klaim kepemimpinan orang mana yang sah.
Sebagaimana diketahui oleh semuanya, Partai Demokrat termasuk di antara partai minoritas yang berupaya memblokir Undang-Undang Penciptaan Kerja, yang mana program tersebut merupakan salah satu program andalan Jokowi.
Menanggapi apa yang diberitakan oleh Reuters, politisi Partai Demokrat Ricky Kurniawan memberikan tanggapannya.
“Dunia melihat, seorang pembantu presiden yang bukan kader dan anggota mengambil alih partai oposisi!,” ujar Ricky Kurniawan dari akun Twitter @RicKY_KCh pada Minggu. 7 Maret 2021.
“Dunia melibatkan perpolitikan Indonesia yang santun dan beradab, menjadi dua hal yang hina dan menjijikan,” sambungnya.
Dunia melihat!
Seorang Pembantu Presiden yang bukan kader dan anggota Mengambil Alih Partai Oposisi!!
Dunia melihat Perpolitikan Indonesia yg santun dan beradab menjadi Hal yang Hina & Menjijikan!#SelamatkanDemokrasihttps://t.co/1OzHWki2jy— Berkoalisi Dengan Rakyat {RicKY Kurniawan} (@RicKY_KCh) March 7, 2021
Sumber : PR-Tasikmalaya








