Pemerintah Pusat Rencana Impor Beras 1 Juta Ton, Kali Ini Gubernur Gorontalo Tolak Tak Dikirim ke Gorontalo
Gorontalo. Liputan68.Com | Pemerintah berencana mengimpor 1 Juta Ton beras pada awal 2021 ini dengan alasan untuk menjaga stok beras Nasional. Impor beras 1 Juta Ton ini dilakukan untuk keperluan pengadaan bantuan sosial (bansos) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Selasa 9/03/2021.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario Menjelaskan, luas panen Provinsi Gorontalo selama Januari hingga April 2021 berkisar 14.600 Hektar yang setara dengan 86 Ribu Ton gabah kering giling atau 49.000 Ton Beras.
Pantauan Liputan68. Com Gorontalo kali dalam perencanaan impor beras ini mendapat respon keras dari pelaku pertanian. Alasannya selain membuat harga beras lokal jatuh total, karena para petani sebentar lagi akan menghadapi panen raya musim tanam I pada awal April kedepan.
Tak hanya dari kalangan petani, protes juga datang dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Bahkan, dia akan menyurat ke Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan RI soal pengadaan cadangan beras pemerintah itu.
“Jadi kita buat surat ke Pak Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan sampaikan kondisi kita. Suratnya per 3 bulan terkait stok beras kita berapa, rencana panen dan luasan lahan,” kata Rusli saat memimpin rapat, Selasa (9/3/2021).
Melalui surat itu, Rusli berharap serapan beras pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) dari petani lokal bisa dimaksimalkan.
“Jadi kalau pun impor beras itu jadi, kita bermohon tidak dikirim ke Gorontalo. Pasti itu akan sangat memukul petani. Berasnya sudah susah dijual, impor masuk ini akan sangat merugikan,” terang politisi Golkar itu.
Sementara rata-rata konsumsi beras Gorontalo mencapai 10 Ribu hingga 11 Ribu Ton per bulan. “Nah, kalau kita kali 3 saja, kita masih ada kurang lebih 19 Ribu Ton yang surplus,” ujar Muljady.
Menurutnya, kondisi stok beras di Gorontalo cukup hingga akhir tahun dengan luas panen setiap tahunnya mencapai 70.000 Hektar.
Bulog Gorontalo juga diminta lebih aktif menyerap beras petani lokal daripada membeli beras luar daerah, apalagi beras impor. (Red/Zull)

Tinggalkan Balasan