oleh

Wacana 3 Priode Jabatan Presiden, Presiden PKS Angkat Bicara: Demokrasi RI Menuju Jurang Kehancuran

Liputan68.com | Presiden PKS Ahmad Syaikhu menutup rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021, sebagai persiapan partai menghadapi sejumlah agenda politik. Dalam sambutannya, Ahmad Syaikhu menyinggung kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai perlahan menuju jurang kehancuran.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menutup rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021, sebagai persiapan partai menghadapi sejumlah agenda politik. Dalam sambutannya, Ahmad Syaikhu menyinggung kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai perlahan menuju jurang kehancuran.

“Hari-hari ini kita menyaksikan demokrasi kita mengalami kemunduran dan keluar dari fitrahnya. Setelah lebih dari dua dekade pasca reformasi, Indonesia gagal melakukan konsolidasi demokrasi. Hingga hari ini kita menyaksikan demokrasi di Indonesia perlahan-lahan menuju jurang kehancuran,” kata Syaikhu, Kamis (18/3).

“Kebebasan sipil semakin menurun, indeks demokrasi juga semakin turun. Sementara penyalahgunaan kekuasaan serta praktik korupsi semakin menjadi-jadi,” sambungnya.

Salah satu indikasi mundurnya demokrasi Indonesia adalah munculnya wacana penambahan masa jabatan presiden 3 periode. Padahal, kata dia, UUD 1945 telah mengatur jabatan presiden maksimal 2 periode.

“Adanya wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, membuat demokrasi kita semakin mundur ke belakang. UUD 1945 pada pasal 7, telah tegas mengatur jabatan presiden hanya 2 periode,”

 

– Syaikhu

Jajaran pengurus PKS Periode 2020-2025.
Foto: PKS

Syaikhu menyebut pembatasan masa jabatan presiden tetap dibutuhkan untuk menghindari penyelewengan kekuasaan dengan melakukan korupsi dan memastikan kaderisasi kepemimpinan berjalan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.