Raden Wijaya Mendirikan Kerajaan Majapahit

Pada tahun 1546 wilayah Jombang dibina oleh kasultanan Pajang. Rajanya bernama Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Beliau mengutus putranya Pangeran Benawa untuk turut serta melakukan dakwah Islamiyah. Pangeran Benawa memang ahli agama yang kerap datang ke Jawa bagian timur. Wilayah Bang Wetan memiliki karakter khas dalam kehidupan beragama. Mereka gemar membaca syair puji-pujian.

Perhatian kerajaan Mataram sangat tinggi pada jaman pemerintahan Kanjeng Sinuwun Amangkurat Amral. Beliau memerintah tahun 1677 – 1703. Nama kecilnya Gusti Raden Mas Rahmat Kuning atau Cak Ning. Tinggal di kabupaten Surabaya bersama Pangeran Pekik dan Ratu Pandhansari. Beliau mempunyai kebun kelengkeng di Jombang. Setelah menjadi raja Mataram, Raden Rahmat tetap senang berkebun kelengkeng di Jombang.

Sinuwun Amangkurat Amral atau Amangkurat Surabaya senang tinggal di Jombang, karena nostalgia masa muda. Kegiatan berkebun kelengkeng ini terus berlanjut pada masa pemerintahan sinuwun Amangkurat Mas atau Amangkurat Pasuruan.

Kraton Surakarta Hadiningrat pernah mengadakan kunjungan ke Jombang pada tahun 1746. Sinuwun Paku Buwono II beserta Kanjeng Ratu Mas datang di Mojoagung untuk mengadakan pelatihan batik. Program ini dilaksanakan sambil, pulang ke Lamongan. Maklum Kanjeng Ratu Mas adalah putri Bupati Lamongan, Kanjeng Adipati Condrokusumo atau Pangeran Purboyo. Garwa prameswari yang berasal dari Lamongan ini punya jaringan kerja di daerah Mojoagung Jombang.

Pembangunan pabrik gula Tjoekir dilakukan pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IX. Pabrik gula Tjoekir Jombang dibangun pada tahun 1884. Kanan kiri dibangun perumahan pejabat perkebunan yang megah dan mewah. Rel kereta api atau lori menghubungkan penghasil tebu. Rakyat Jombang mendapat keuntungan berlimpah ruah. Lapangan kerja terbuka luas. Industri jasa berjalan lancar. Angkutan, warung makanan laris manis. Pabrik gula Tjoekir mendatangkan suasana makmur bagi rakyat.

Wirya arta winasis membawa kejayaan. Sinuwun Paku Buwono X mendirikan pabrik gula Jombang Baru tahun 1895. Raja Surakarta Hadiningrat ini mendapat julukan Sinuwun Ingkang Minulya Saha Ingkang Wicaksana.

Pada masa pemerintahan Sinuwun Paku Buwana X ini Jombang mendapat status kabupaten otonom. Pada tanggal 21 Oktober 1910 Sinuwun Paku Buwono X menetapkan berdirinya kabupaten Jombang. Surat keputusan diserahkan oleh patih Sosrodiningrat IV. Sedangkan pejabat Bupati diserahkan kepada Raden Tumenggung Adipati Surodiningrat.

Pada tanggal 21 Oktober 1910 merupakan hari bersejarah bagi kabupaten Jombang. Sinuwun Paku Buwana X berjasa besar. Beliau bersedia memberi biaya yang besar buat terselenggaranya roda pemerintahan kabupaten Jombang. Patih Sosrodiningrat memberi bimbingan kepada Adipati Surodiningrat beserta pegawai kabupaten Jombang. Rakyat Jombang merasa mendapat anugerah besar. Kabupaten Jombang ginanjar derajat pangkat semat.

Raden Wijaya jadi inspirasi. Segenap masyarakat suka dengan perjalanan sejarah. Sebagai sarana kaca benggala untuk membaca tanda tanda jaman. Demi menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

C. Keteladanan Raden Wijaya.

Pendiri Kerajaan Majapahit selalu tampil dengan kepribadian utama. Wibawanya bersinar terang. Nilai kepemimpinan yang diwariskan tetap menjadi acuan.

Pemimpin selalu berpegang teguh pada prinsip ing ngarsa sung tuladha. Daftar Bupati Jombang yang luhur ing budi selalu menjunjung tinggi faktor historis. Kepemimpinan mereka punya akar masa lampau.

1. Adipati Suroadiningrat 1910 – 1930
Dilantik pada masa pemerintahan Sinuwun Paku Buwana X, raja kraton Surakarta Hadiningrat.

2. Adipati Secodiningrat 1930 – 1946
Dilantik pada masa pemerintahan Sinuwun Paku Buwana X, raja kraton Surakarta Hadiningrat.

3. R. Budiman Raharjo 1946 – 1949
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

4. R. Mustajab Sumowidagdo 1949 – 1950
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

5. R. Istajab Cokrokusumo 1950 – 1956
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

6. Subyakto 1956 – 1958
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

7. Sudarsono 1958 – 1962
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

8. Hasan Wiryokusumo 1962 – 1966
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

9. Ismail 1966 – 1973
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

10. Sudirman Mertoadikusumo 1973 – 1978
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

11. Achmad Hudan Dardiri 1978 – 1983
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

12. Nurul Kusmen 1983 – 1988
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

13. Tarmin Hariadi 1988 – 1993
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

14. Suwoto Adiwibowo 1993 – 1998
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

15. Afandi 1998 – 2003
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

16. Suyanto 2003 – 2013
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Megawati.

17. Nyono Suharli Wihandoko 2013 – 2018
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

18. Munjidah Wahab 2018 – 2023
Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Santri tradisional di Jombang gemar dengan seni Sholawatan. Misalnya Sholawat Badar, laras slendro pathet sanga.

Bawa Pangkur :

Limang wektu sholat ira,
Isya subuh luhur asar sarta maghrib,
Iku aja kongsi kantun,
Awit bakal dipriksa,
Saderenge dipun tliti amalipun,
Lamun jangkep sholat ira,
Mulya ndonya tekeng pati.

Lagu Sholawat:

Solatullah salammullah,
Ngala toha, rasullillah
Solatullah salammullah,
Ngala yasin habibillah.

1. He wong muslim mangertiya,
Urip ana ngalam donya,
Aja padha tumindak ala,
Iku dadi larangan negara.

2. Sapa kang dadi pangeran kita,
Sapa kang dadi nabi kita.
Gusti Allah pangeran kita,
Nabi Muhammad nabi kita.

3. He manungsa titah Ilahi,
Sing padha sregep ngaji.
Ngaji iku sangu mati, Sowan marang Ilahi Robi.

Masyarakat Kabupaten Jombang terbiasa dengan kesenian. Agama berjalan secara harmonis dengan budaya. Orang Islam wajib menjalankan rukun Islam secara benar dan tepat. Sebaiknya perlu mengaji sejak anak anak.

Mari belajar agama dengan tekun. Syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad akan mengantarkan seseorang untuk mencapai kesempurnaan hidup. Landasan ajaran Islam berdasarkan kitab suci Al Quran dan al Hadist. Keduanya merupakan pusaka bagi umat Islam agar mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Manjing tepet suci, mapan ing suwarga jati. Itulah cita cita luhur orang Jawa.

Raden Wijaya tokoh sejarah yang penuh keteladanan. Sikapnya tegas lugas cerdas, raut mukanya ramah tamah murah. Tindak tanduknya andhap asor rendah hati. Rela berkorban demi kepentingan rakyat.

Generasi muda perlu mencontoh teladan kebangsaan. Raden Wijaya sebagai pendiri Kerajaan Majapahit mewariskan nilai keutamaan sejarah. Keluhuran itu lestari sepanjang jaman.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *