GKR Retno Dumilah Pengageng Pasiten Keraton Surakarta Hadiningrat

Berdasarkan kajian yang mendalam, GKR Retno Dumilah memberi kuasa hukum kepada Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum UII Yogyakarta. Selanjutnya mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Yaitu sidang uji materi terhadap UU No 10 tahun 1950 tentang berdirinya Propinsi Jawa Tengah. Surakarta berhak untuk menjadi propinsi mandiri dan otonom.

Dalam hal GKR Retno Dumilah kerap membaca buku karya Wuryaningrat. Tekad ini terkait dengan wejangan Sinuwun Paku Buwana X. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya.

B. Pelestari Tradisi.

Siang malam GKR Retno Dumilah selalu mengerjakan kegiatan. Terbilang rajin mengunjungi abdi dalem yang tergabung dalem organisasi PAKASA. Yakni Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat. Pakasa Punjer dipimpin oleh KPH Dr Wirobhumi SH.

Kunjungan ke daerah meliputi Pakasa cabang Klaten, Boyolali, Pati, Purwodadi, Tegal, Semarang, Blora, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Kediri, Malang, Banjarnegara, Magelang, Kudus dan Jepara. GKR Retno Dumilah boleh dibilang sangat aktif. Lila lan legawa kanggo mulyane negara.

Tanggal 16 September 2011 diselenggarakan sendratari Ramayana. Diikuti segenap sentana dan abdi dalem Karaton Surakarta. Bertempat di plataran Candi Prambanan. GKR Retno Dumilah dhapuk sebagai Trijatha. Peran Dewi Sinta oleh GKR Ayu Koes Indriyah. GKR Wandansari dhapuk sebagai Dewi Tara. GKR Galuh Kencono dan GKR Sekar Kencono membaca perjuangan Sinuwun Paku Buwana XII. Penampilan kakak beradik ini boleh dibilang sangat mengagumkan.

Untuk kelancaran profesi GKR Retno Dumilah mendirikan kantor notaris di sebelah timur alun alun lor. Dengan nama kantor notaris GKRAy Koes Isbandiyah SH MH. Cocok benar dengan latar belakang pendidikan. Kutipan serat Wedhatama ini menjadi bahan renungan.

Pucung

Ilmu iku kelakone kanthi laku, Lekase lawan kas, Tegese kas nyantosani,
Setya budya pangekesing dur angkara.

Acara adat Kraton Surakarta secara rutin diikuti terus oleh pendekar putri. GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono, GKR Retno Dumilah, GKR Wandansari, GKR Ayu Koes Indriyah. Tampak berdiri berjajar jarar dengan penuh pesona Wibawa. Lima Srikandhi Karaton Surakarta Hadiningrat mampu memimpin dengan sukses gemilang.

Upacara grebeg Mulud, Grebeg Syawal, Grebeg Besar, Malem Selikur, Maesa Lawung, Nyadran, Tingalan Jumenengan, Pengetan Hadeging Karaton. Acara penting ini selalu mendapat perhatian dari GKR Retno Dumilah. Dengan sentuhan yang berlandaskan paugeran.

Takdir dari Allah Swt harus diterima dengan sabar dan tawakkal. GKR Galuh Kencono wafat tahun 2019. GKR wafat tahun 2020. Peran sang kakak diambil alih oleh GKR Retno Dumilah. Misalnya pertemuan putri narpa tiap tanggal 17. Acaranya khusus para putri yang berdiri sejak tanggal 5 Juni 1931.

Tidak lama kemudian abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat harus merelakan kepergian GKR Retno Dumilah. Hari Rabu Pahing 14 Syawal, 26 Mei 2021 jam 19 GKR Retno Dumilah kondur ing tepet suci. Beliau wafat dengan meninggalkan dua putra. Yakni KRMH Herjuno Suryo Wijoyo dan KRMH Aditya Suryo Herbanu.

Penghormatan buat pengageng Pasiten ini terlebih dulu disemayamkan di Sasana Mulya. Dengan diantar oleh segenap sentana dan abdi dalem. GKR Retno Dumilah sumare ing Pajimatan Imogir, manjing ing suwarga jati.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *