Sekar gambuh.
Sekar gambuh ping catur.
Kang cinatur polah kang kalantur.
Tanpa tutur katula tula katali.
Kadalu warsa katutuh.
Kapatuh pan dadi awon.
Aja nganti kebanjur.
Sabarang polah kang nora jujur.
Yen kebanjur sayekti kojur tan becik.
Becik ngupayaa iku.
Ing pitutur kang sayektos.
Tutur bener puniku, sayektine apantes tiniru,
nadyan metu saking wong sudra papeki, lamun becik nggonne muruk,
iku pantes sira anggo.
Ana pocapanipun.
Adiguna adigang adigung.
Pan adigang kidang adigung pan esthi.
Adiguna ula iku.
Telu pisan mati samyoh.
Si kidang umbakipun
Ngendelelaken kebat lumpatipun.
Pan si gajah ngendelelaken ageng inggil.
Ula ngendelelaken iku.
Mandine kalamun nyakot.
Dwija minulya asma Bapak Drs Slamet Sutrisno M.Si. Beliau asal Kebondalem Prambanan Klaten. Menulis tesis yang membahas nilai kebangsaan.
Karya Pujangga Raden Ngabehi Ranggawarsita ini berisi tentang kisah historis. Kerap menjadi acuan Prof Dr Joko Siwanto Hadiningrat M. Hum. Ahli metafisika Barat yang dipadukan nilai Pancasila. Pada tahun 2011 diwisuda sebagai abdi dalem karaton Surakarta Hadiningrat.
Dhandhanggula
Kuneng lingnya Rama Dayapati, angandika Sri Rama Wijaya,
he bebakal sira kiye, gampang kalawan ewuh,
sayekti wus ana kang kardi,
yen wania ing gampang,
wania ing ewuh, sabarang nora tumeka,
gampang lawan ewuh yen abtepen dadi siji,
ing purwa nora ana.
Wejangan ini dilanjutkan oleh tokoh filsafat Cina. Pada tahun 2012 Prof Dr Lasio Wedyadiningrat menjadi pimpinan abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat untuk wilayah Yogyakarta. Konsep Ying Yang mirip dengan jagad gumelar dan jagad gumulung.
Pak Mudjajadi adalah ahli filsafat Jawa. Beliau mengutip tulisan tahun 1966. Yakni Pak Subali menyusun skripsi dengan judul Serat Wiwaha Jarwa yasan Sinuwun Paku Buwana III. Tesis ini menjelaskan pemikiran Begawan Ciptawening. Agak mengesankan yaitu materi kuliah Rama Dr I Kunthara Wiryamartana. Beliau asal Klaten yang menulis Kakawin Arjuna Wiwaha pada tahun 1987.
Disertasi yang membahas karya Empu Kanwa, jaman Prabu Airlangga raja Kahuripan. Tulisan ini memuat ajaran kefilsafatan. Pada tahun 1990 Kitab Kakawin Arjuna Wiwaha diterbitkan oleh Duta Wacana Press. Ketika mengajar sastra Jawa Kuna, Rama Kunthara penuh dengan penghayatan.
Pucung.
Ilmu iku kelakone kanthi laku.
Lekase lawan kas.
Tegese kas nyantosani.
Setya budya pangekesing dur angkara.
Basa ngelmu mupakate lan panemu,
pasahe lan tapa,
yen satriya tanah Jawi,
kuna kuna kang ginelung tri prakara.
Lila lamun kelangan nora gegetun.
Trima yen ketaman.
Sakserik sameng dumadi.
Tri legawa nalangsa srah ring bathara.
Nilai kearifan lokal melengkapi penyusunan kefilsafatan Nusantara. Ulasan kefilsafatan Nusantara yang dikaji UGM bercabang beranting. Ing pangajab sami pana pranaweng kapti. Tahu hakikat sangkan paraning dumadi.
Sumber tertib hukum yang bersumber dari kearifan lokal memang penting. Misalnya Prof Dr R Soejadi SH. Pada tahun 1996 beliau berpidato tentang Pancasila. Saat menjadi Dekan tahun 2001 – 2005 Prof Dr Soejadi membimbing Dr Soetrisno R. M.Si. Bersama dengan Prof Dr Endang Daruni Asdi dan Prof Dr Timbul Haryono.
Fakultas Filsafat UGM kian maju. Dengan harapan bangsa Indonesia makmur lahir batin. Yakni berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Alumni filsafat tersebar di berbagai tempat. Sebut saja Dr Afendy Widayat M.Phil. Dr Muhammad Mukti M.Sn. Dr Hadjar Pamade, Dr Rukiyati M. Hum. Ahli dalam bidang masing masing.
Alumni yang terus berpikir filosofis yaitu Ibu Dr Sukatmi Susantina M.Hum. Beliau bersahabat erat Prof Dr Ngadisah. Sang putra Dr Megandaru Widhi Kawuryan meneruskan budaya keilmuan.
Manguwuh peksi manyura. Sawung kluruk amelungi. Wancine wus gagat enjang..
D. Priyayi Terpelajar
KPH Woerjaningrat lahir pada hari Kemis Wage, tanggal 12 Maret 1885. Dalam tahun Jawa bertepatan dengan tanggal 25 Jumadil Awal Je 1823. Wafat pada hari Kemis Wage 8 Jumadil Akhir Ehe 1889 atau 8 September 1967.
Sejarah telah mencatat bahwa KPH Woerjaningrat diakui pemerintah sebagai perintis kemerdekaan dan maha putra Indonesia. Jasa dan perjuangan membawa nama harum.
Menikah dengan putri Sinuwun Paku Buwana X, GRAy Woerjaningrat. Beliau lahir pada hari Kemis Kliwon, 27 Juli 1898 atau 2 Sapar Ehe 1828. Wafat pada hari Jumat Pon 1 Ruwah Je 1894 atau 28 Desember 1962. Dalam sejarah tercatat sebagai pendiri organisasi putri narpa wandawa.
Budi Utomo pernah dipimpin oleh KPH Woerjaningrat tahun 1917 – 1926. Sejak tahun 1938 menjabat sebagai ketua umum Partai Indonesia Raya atau Parindra. Turut mendampingi WR Soepratman saat mencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Berperan sebagai anggota BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Ndalem Wuryaningratan tampak gagah megah indah mewah. Kejayaan priyayi terpelajar yang sukses secara ekonomi politik sosial budaya. Menantu Sinuwun Paku Buwana X ini termasuk kaya raya.
Labuh labet Sinuwun Paku Buwana X mendapat legalitas dari Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 7 Nopember 2011 Sri Susuhunan Paku Buwana X ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.
Selama memimpin Budi Utomo KPH Woerjaningrat aktif melakukan pengajaran. Mendirikan sekolah pamardi siwi dan kesatriyan. Turut mengajar di perguruan Muhammadyah, Taman Siswa dan Mambaul Ulum.
Presiden Soekarno pernah diajari tata cara protokol kenegaraan. Bung Hatta dan Sutan Syahrir belajar kepada KPH Woerjaningrat tentang etiket budaya Jawa.
Pengalaman KPH sebagai sentana Karaton Surakarta Hadiningrat membuat dirinya ahli dalam bidang tata praja tradisional. Seluk beluk adat istiadat Jawa digunakan untuk membuat kebijakan yang berbasis kultural. Bahkan beliau lama mendampingi Sinuwun Paku Buwana XII. Terutama hubungan Karaton Surakarta Hadiningrat dengan pemerintah Republik Indonesia.
Pada tanggal 3 Mei 2021 diadakan pisowanan ing hastana Imogiri. Makam KPH Woerjaningrat berdekatan dengan KGPH Soerjo Hamidjojo. Keduanya tokoh BPUPKI. Tampak pula makam Prof Dr Notonagoro, guru besar UGM dan ahli filsafat Pancasila.
Pada diri KPH Woerjaningrat terdapat bakat yang beragam. Ahli pendidikan, hukum, politik, budaya, bahasa dan sastra. Perpaduan antara tradisi dan modern berlangsung harmonis.
Kecakapan KPH Woerjaningrat diakui oleh negara Indonesia dan Karaton Surakarta Hadiningrat. Jasa dan perjuangannya dikenang sepanjang masa.
E. Pendiri Organisasi Putri Narpa.
Pendiri organisasi putri narpa wandawa karaton Surakarta Hadiningrat adalah GKR Woerjaningrat. Putri Sinuwun Paku Buwana X ini menjadi pelopor sejak tanggal 5 Juni 1931.
Lagu Mars Putri Narpa.
Putri Narpa Wandawa Karaton Surakarta, lima Juni seribu sembilan tiga satu, bangkitlah putri bersama Kowani, berjuang untuk negeri, sambutlah sinarmu menerangi, jiwa putri sejati, wahai generasi penerus trah suci, bersinarlah bagai matahari, para tokoh putri harumkanlah negeri, pendidikan tak pernah berhenti.
Lagu Mars ini cukup bersemangat. Pagi itu cuaca kota Surakarta begitu cerah. Kendaraan lalu lalang mengikuti kesibukan. Bakul jajan , soto seger, sate depan stasiun balapan melayani pembeli. Pasar Legi, Pasar Kliwon, Pasar Gedhe, Pasar Klewer ramai sekali. Tukang becak, ojek, angkot, bus kota beroperasi. Angin sumilir hari itu memberi harapan pada warga Solo. Kabeh padha nindakake pakaryan sowang sowang. Seolah olah suasana alam memberi kelancaran rapat Putri Narpa Wandawa Punjer.
Kantor Putri Narpa Wandawa Punjer berada di Dalem Joyodiningratan. Gedung berbentuk joglo klasik. Disangga 40 saka guru atau tiang yang terbuat dari kayu jati Donoloyo Wonogiri. Bagian tengah blandar tersusun dengan penyangga 8 cagak. Uduk berjajar jajar rapi. Reng dianyam berlawanan arah dengan usul. Pintu gebyog klasik, jendela berbentuk kupu tarung.
Murih utamaning putri, widadaning wanita. Hari Selasa, tanggal 17 Nopember 2020 jam 9 pagi panitia selesai menata ruang pertemuan. Kursi kuna, meja taplak berderetan teratur. Angin berhembus segar, maka kipas tak diperlukan lagi. Sementara SD Kasatriyan depan dalem Joyodiningratan sibuk dengan pengajaran online. Putri Narpa Wandawa sedang berbenah demi kemauan organisasi.
Peserta berdatangan dari beragam penjuru. Mereka berbusana seragam khas warga Putri Narpa Wandawa. Umumnya anggota berdomisili di sekitar kawasan SUBOSUKO WONOSRATEN : Sukoharjo Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten. Abdi dalem dari tlatah ini pendukung utama budaya Kraton.
Pertemuan ini menjadi ajang tukar kawruh, ngangsu ngelmu, memitran, olah kawignyan. Perbincangan sejarah, budaya, emansipasi, pendidikan berdasarkan pengalaman kolektif bangsa. Referensi yang diwariskan oleh para leluhur berlimpah ruah.
Sesungguhnya kajian atas kewanitaan kerap dilakukan oleh para pujangga Karaton Surakarta. Sebut saja serat Sasana Sunu, Serat Centhini, Serat Wulangreh, serat wulangputri, Serat Wulang Estri, Serat Candrarini. Penulisan wulang keputren demi membentuk karakter wanita berbudi darma.
Wulang wuruk kejawen. Karakter wanita dibentuk dengan nilai tradisi yang sudah berkembang. Budaya bangsa milik leluhur pantas dijadikan hidup, kaca benggala urip. Generasi muda, pelajar, siswa perlu tahu akar sejarah budaya bangsa sendiri.
Tepat pukul 10 acara dimulai. Pimpinan diambil oleh GRAy Koes Isbandiyah, SH M.H atau GKR Retno Dumilah SH M.H. Beliau pangageng pasiten yang mengurusi bidang pertanahan. Sebagai pemimpin Karaton Surakarta, GKR Retno Dumilah kerap berkunjung ke berbagai daerah. Terutama tedhak warga PAKASA. hubungan antara abdi dalemi dan pengageng begitu akrab dekat erat. Mrih raketing memitran, supeketing kekadangan.
Sesorah GKR Retno Dumilah SH, M.H tentang kehidupan begitu mengena. Tuhan telah memberi yang terbaik buat makhluk. Beliau berpesan agar selalu menjaga kesehatan. Bila perlu mau cek kesehatan secara berkala. Pasrah sumarah diiringi ihtiar. Kerja seirama dengan doa usaha.
Terlebih dahulu beliau mengajak berdoa untuk GKR Sekar Kencono. Disebut juga jasa GKR Galuh Kencono, KGPH Kusumoyudo, KGPH Nur Muhammad. Juga doa ditujukan untuk KPH Brotodiningrat. Mereka berbuat keutamaan demi kokohnya budaya Jawa. Putri Narpa Wandawa perlu mengingat jasa pengabdian.
Kali ini rapat putri narpa wandawa dilengkapi dengan pameran, ceramah dan peragaan. Berguna untuk meningkatkan ketrampilan kaum wanita. Wanita berarti wani mranata.
Tata cara upacara beserta paugeran. Semua kegiatan Kraton Surakarta Hadiningrat dikoodinir oleh Lembaga Dewan Adat. Selaku pimpinan yakni Dra GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd. Organisasi Putri Narpo Wandowo semoga semakin arum kuncara, ngejayeng jagad raya. Sebagai sarana untuk memperkokoh jatidiri nasional.
(LM-01)
