“Mengingat anggaran yang diberikan tersebut terbatas karena adanya refocusing untuk penanganan covid-19, maka untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan ini dari segi anggaran, kami minta supaya pemerintah desa juga menampung anggaran untuk dukungan pelaksanaan pilkades ini, sehingga tidak menimbulkan masalah anggaran dalam melaksanakan semua proses pilkades kedepan” jelas Bupati Franc.
Mengingat urgensitas pelaksanaan pilkades ini, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diingat, dipedomani, dan dilaksanakan oleh seluruh elemen pelaksana pilkades, baik penjabat kepala desa dan BPD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk panitia di tingkat Kabupaten. yaitu: setelah acara ini, segera laksanakan tahapan pilkades selanjutnya sebagaimana yang sudah ditetapkan, ikuti setiap poin-poin tahapan dan patuhi seluruh waktu pelaksanaannya dengan tepat waktu.
“Pelajari, pahami, dan kuasai seluruh regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pilkades, semua elemen pelaksana pilkades harus memiliki pemahaman yang sama terhadap seluruh materi dalam regulasi. Sangat perlu diingat, jangan menimbulkan penafsiran yang berbeda dengan maksud yang tercantum dalam peraturan, apabila ada hal-hal yang membingungkan, maka segera koordinasikan dengan pemerintah atasan” kata Bupati Franc.
Khusus kepada BPD, agar melaksanakan pembentukan P2KD dengan selektif dan obyektif mengutamakan kecakapan, kejujuran dan independensi, bukan berdasarkan kekerabatan, kesamaan marga atau bahkan agama. sekali lagi kami ingatkan hindari kolusi dan nepotisme.
“Saya perintahkan kepada pemerintah desa, Kecamatan sampai ke panitia di tingkat Kabupaten, agar memperkuat fungsi monitoring atau pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan tahapan pilkades, dan saya minta agar secara rutin melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan setiap tahapan secara berjenjang, sesuai dengan fakta di lapangan, jangan ada yang disembunyikan. Saya ingatkan kepada seluruh elemen yang terkait dengan pelaksanaan pilkades, agar menunjukkan sikap netral, jangan ada konflik kepentingan, laksanakan tugas sesuai dengan amanah yang diberikan, mari sama-sama kita jaga situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat.” kata Bupati Franc.
Lanjut Bupati, hal lain yang tak bisa dianggap remeh adalah penyebaran pandemi covid-19. sesuai dengan data per tanggal 6 juni 2021, terdapat 14 kasus konfirmasi terpapar covid-19 di Kabupaten Pakpak Bharat. terkait dengan hal ini, Bupati Franc memerintahkan agar setiap pelaksanaan tahapan pilkades harus menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan dengan ketat, tentu dalam pelaksanaan pilkades ini melibatkan banyak orang, sehingga diperlukan pengawasan bersama.
“Cari cara atau alrternatif sehingga pelaksanaan pilkades ini tidak menimbulkan kerumunan dan yang paling utama tidak menjadi cluster baru penyebaran covid-19” harap Franc Bernhard Tumanggor.
(LM-01)

