Tamat dari belajar di Eropa, Paku Buwana II melanjutkan studi di Temur Tengah tahun 1725. Meliputi negeri Arab, Mesir, Persia dan Turki.
Kunjungan ke tanah puser bumi Arab didampingi oleh KRT Padmanagara dari Pekalongan, Pangeran Wujil, Tumenggung Honggowongso kotawinngun dan Raden Warih Kusumo Tuban. Rombongan ini pula yang menyertai Paku Buwana II belajar di Eropa. Kini berlanjut di Tanah Arab.
Sewaktu belajar tasawuf di kota Mekkah, Paku Buwana II mendapat pengetahuan syariat tarikat hakikat makrifat. Kelak setelah ibukota Kraton Mataram pindah ke Surakarta tahun 1745, mulai dikenal adanya ajaran kejawen. Yakni sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa dan sembah rasa. Gagasan teologis ini bentuk praktek ajaran Islam Kejawen.
Penerus Paku Buwana II menyusun serat Wiwaha Jarwa Yaitu karya Sinuwun Paku Buwana III . Merupakan bentuk penerapan wulang wuruk Jawa yang bersifat akulturatif. Dalam serat Wulangreh karya Paku Buwana IV lebih terinci sebagai sumber etika. Sedangkan serat Centhini karya Paku Buwana V ditulis megah sebagai ensiklopedi kebudayaan.
Penghayatan atas ajaran agama sangat dalam. Paku Buwana II meyakini agama ageming aji. Sebagai mana ditulis Sri Mangkunegara IV tahun 1853.
Paku Buwana II membuat kebijakan yang tepat. Kampung Pasar Kliwon merupakan sentra hunian warga keturunan Arab. Mereka warga terhormat yang sukses dalam karier birokrasi dan ekonomi. Jasa Paku Buwana ini patut dikenang. Hasil renungan di tanah Suci Mekkah.
Tahun 1725 itu pula Paku Buwana II sempat belajar di kota Taheran Iran. Negeri Persia ini dipimpin oleh Wangsa Safawi sejak tahun 1501-1796.
Negeri Persia memimpin peradaban dunia. Paku Buwana II atas undangan Syah Abbas I menyaksikan jalannya modernisasi bangsa Persia. Restorasi tahun 1729 berjalan gemilang. Firqah agama menjadi landasan kehidupan. Syah Abbas I raja besar berwibawa yang mewujudkan Kekaisaran Bubuk Mesiu Islam.
Wangsa Safawi pelopor modernitas Persia. Bisa memimpin wilayah yang sangat luas. Meliputi Azerbarjan, Armenia, Georgia, Kaukasus Utara, Afganistan, Suriah, Urbekistan. Prestasi gemilang ini terjadi tahun 1725, bersamaan dengan kunjungan Paku Buwana II. Kenangan yang amat dalam.
Dari Persia Paku Buwana II lantas belajar di Universitas Teknik Istanbul. Selama belajar di Negeri Turki Ustmaniyah, Paku Buwana II tinggal di rumah Wazir Agung Damal Ibrahim. Di sini belajar ilmu percetakan. Yaitu percetakan Muteferrika.
Atas anjuran Sinuwun Amangkurat Jawi, Paku Buwana II sowan Sultan Ahmad III. Dua raja ini sudah menjalin diplomasi kenegaraan.
Paku Buwana II lantas belajar metode artileri Barat di Universitas Teknik Istanbul. Pengetahuan ini berguna untuk menata ibukota Kraton Mataram di Surakarta. Turki Utama pada waktu itu menguasai 32 Propinsi. Proses belajar di Turki jadi inspirasi untuk menata berbagai Kabupaten di Jawa.
Sahabat Amangkurat Jawi yaitu Kaisar Charles XII dan Sultan Ahmed II. Keduanya punya program kampanye sungai putih. Ide cemerlang buat Paku Buwana II untuk mengelola bengawan Solo.
Ilmu lain yang dipetik dari Turki Ustmaniyah adalah Perjanjian Passarowitz. Berisi tentang regulasi wilayah barat Serbia dan Walachia kecil Oltenia Austria. Perjanjian ini dilakukan dengan Kesultanan Turki Ustmaniyah.
Ilmu pengetahuan dari negeri Arab, Persia, Turki sangat beragam. Selama 1 tahun berada di Timur Tengah, Paku Buwana II bertambah bobot intelektual. Tahun 1726 Raden Mas Prabasuyasa dinobatkan sebagai raja Mataram. Bergelar Paku Buwana II. Raja Mataram yang beribukota di Kartasura. Memimpin kerajaan Mataram berbekal ilmu.
Lengkap lagi setelah Paku Buwana melakukan hubungan diplomasi dengan Kerajaan Mughal India. Sultan Ahmad Syah Bahadur berkuasa tahun 1725-1754. Penguasa Kasultanan Mughal meeariskan bangunan Taj Mahal. Bangunan indah ini memberi pengaruh pada Paku Buwana II dalam memimpin Kraton Surakarta Hadiningrat.
Diplomasi yang dilakukan Paku Buwana II membawa kemakmuran dan kejayaan di Nusantara. Agung anggun dan unggul dalam menganyam peradaban terwujud. Negeri Surakarta tampil arum kuncara. Berkat diplomasi kenegaraan yang logis etis dan estetis.
(LM-01)

