Analisis Pengaruh Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Oleh: Emy Yulianty Sidabutar* Mustika Zagoto**

(*Dosen STIE Profesional Indonesia, **Mahasiswa STIE Profesional Indonesia)

 

PENDAHULUAN

Laba atau profit merupakan salah satu tujuan utama berdirinya setiap badan usaha. Tanpa diperolehnya laba, perusahaan tidak dapat memenuhi tujuan lainnya yaitu pertumbuhan terus menerus (going concert) dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility).Laba yang yang menjadi tujuan utama perusahaan dapat dicapai dengan penjualan barang atau jasa. Semakin besar volume penjualan barang dan jasa, maka laba yang dihasilkan perusahaan juga akan semakin besar.

Kelangsungan hidup perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal antara lain profitabilitas perusahaan itu sendiri. Profitabilitas merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja suatu perusahaan, profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Pentingnya profitabilitas dapat dilihat dengan dampak mempertimbangkan dampak yang berasal dari ketidak mampuan perusahaan mendapatkan laba yang maksimal untuk mendukung kegiatan operasionalnya .

Adapun sekian ukuran yang dipakai untuk melihat kondisi profitabilitas suatu perusahaan, antar lain dengan mengunakan tingkat pengambilan aset (Return On Asset). ROA adalah keuntungan bersih pajak. Rasio ini diukur dengan membandingkan antara laba bersih terhadap total aktiva, semakin tinggi perbandingan laba bersih terhadap total aktiva maka semakin baik bagi perusahaan. Sebab ROA dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui seberapa mampu perusahaan memperoleh laba yang optimal dilihat dari posisi aktivanya.ROA merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. Rasio profitabilitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah Return On Asset (ROA).

Usaha yang sering dilakukan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas adalah meningkatkan penjualan persediaan sehingga perputaran barang juga akan meningkat. Persediaan merupakan salah satu pos aktiva yang cukup penting karena persediaan merupakan pos aktiva lancar yang cukup besar nilainya.Pada perusahaan dagang, persediaan tersebut dapat merupakan barang dagang, sedangkan pada perusahaan industri persedian tersebut dapat berupa bahan mentah, barang dalam proses, maupun barang jadi.

Artikel ini di buat dalam bentuk suatu penelitian  yang ingin mengetahui “Bagaimana  Perputaran Persediaan Berpengaruh Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia?”

Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang ada maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu:

  1. Untuk membandingkan teori yang telah dipelajari selama ini dengan praktek yang ada di lapangan.
  2. Untuk mengatahui apakah perputaran persedian berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan otomotif yang terdafatar di Bursa Efek Indonesia.
  3. Untuk menganalisis pengaruh perputaran persediaan terhadap profitabilitas.

Manfaat Penelitian

  1. Sebagai menambah pengetahuan penulis dibidang akuntansi terutama mengenai perputaran persediaan dan profitabilitas perusahaan.
  2. Sebagai salah satu pertimbangan untuk pengambilan keputusan pada perusahaan dan untuk melihat kondisi profitabilitas perusahaan.
  3. Sebagai bahan referensi atau sumber acuan penelitian lain bagi orang-orang yang melakukan penelitian lebih lanjut dikemudian hari
  4. Melalui penelitian ini, diharapkan dengan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pemilik Perusahaan Otomotif dalam meningkatkan perputaran persediaan profitabilitas.

STUDI  KEPUSTAKAAN 

Pengertian Persediaan

    Setiap perusahaan selalu memerlukan persediaan. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pelanggannya. Disisi lain, terlalu banyak menyimpan persediaan akan menambah beban seperti penyimpanan, asuransi dan pajak properti. Yang berlebihan akan meningkatkan resiko kerugian akan penurunan harga, kerusakan dan perubahan pola pembelian pelanggan.

    Persediaan adalah aktiva yang ditunjukkan untuk dijual atau proses lebih lanjut untuk menjadi barang jadi dan kemudian dijual sebagai kegiatan utama perusahaan. Aktiva perusahaan yang tersedia  atau yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali, dalam kegiatan normal perusahaan, baik barang dagangan untuk usaha perdagangan. Persediaan merupakan kegiatan utama dari modal kerja dan merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar.Persediaan pada perusahaan dagang dan persediaan pada perusahaan manufaktur.

    Pengertian persediaan yang dikemukankan oleh beberapa ahli, meskipun konteksnya berbeda  pada prinsipnya pendapat mereka sama yang menyatakan bahwa persediaan tersebut untuk dijual kembali dalam operasi normal suatu perusahaan.

Persedian menurut Ristono (2009:1) adalah “persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akandatang. Persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan bahan setengah jadi dan persediaan barang jadi.

Perputaran Persediaan

    Perputaran persediaan adalah rasio antara harga pokok penjualan terhadap persediaan rata-rata menunjukkan seberapa cepat persediaan tersebut dapat dijual.Perputaran persediaan menunjukkan kecepatan berapa kali perdesidaan dijual dan diganti dalam suatu periode tertentu.Persediaan merupakan investasi yang tujuannya menghasilkan keuntungan perusahaan laba.Persediaan mengukur kecepatan rata-rata persediaan.Dengan kecepatan perusahaan beroperasi maka semakin cepat perusahaan menjadi berkembang.Perputaran persediaan yang tinggi menunjukkan bahwa semakin efektif dan efesien perusahaan dalam mengelola persediaan.Maka semakin cepat pulak perusahaan untuk memperoleh laba.Semakin tinggi laba yang diperoleh perusahaan, semkin tinggi laba yang dihasilkan perusahaan, maka semakin baik kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Perputaran persediaan perlu diperhatikan untuk mengetahui beberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghabiskan persediaan dalam proses produksinya. Hal ini dikarenakan semakin lama periode perputaran persediaan, maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, untuk menjaga agar persediaan digudang tetap baik. Oleh karena itu diperlukan adanya tingkat perputaran persediaan yang tinggi untuk  mengurangi biaya yang timbul karena kelebihan persediaan. Jika dilihat dari segi biaya apabila perputaran persediaan semakin lama, maka persediaan menumpuk hingga biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan semakin tinggi hal ini akan semakin memperkecil laba biaya yang harus ditanggung perusahaan, semakin kecil laba yang didapat.

    Menurut Jumingan (2011:128) besar kecilnya persediaan umumnya dipengaruhi oleh harapan-harapan akan volume penjualan dan tingkat harga di masa datang. Harapan dapat menjual lebih banyak atau harga jual akan meningkat, mendorong perusahaan untuk memperbanyak persediaan barang. 

    Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005:200) mengukur kecepatan rata-rata perputaran persediaan yang bergerak diperusahaan. Rasio ini dihitung sebagai berikut :

Perputaran Persediaan =

    Persediaan rata-rata dapat dihitung denggan mengunakan angka-angka mingguan, bulanan atau tahunnan.Untuk menyederhanakankita menentukan persediaan rata-rata dengan membagi jumlah persediaan pada akhir dan awal tahun dengan membagi dua.Selama jumlah persediaan yang dimiliki sepanjang tahun stabil.Rata-rata ini cukup akurat perputaran persediaan merupakan rasio yang menunjukkan beberapa kali jumlah barang persediaan diganti dalam satu kegiatan periode operasioanal.

    Jumlah hari penjualan dalam persediaan adalah ukuran kasar mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membeli, menjual, dan mengganti persediaan.Hal ini dapat dihitung dengan sebagai berikut ( Fess 2006:463)

Jumlah Hari Penjualan Persediaan=Persediaan Akhir TahunHarga Pokok Penjualan Harian

Harga pokok penjualan rata-rata ditentukan dengan membagi harga pokopenjualan dengan 365 Hari.Secara umum semakin rendah jumlah penjualan dalam persediaan, semakin baik.

    Menurut Kasmir (2010 : 114) harga pokok penjualan merupakan jumlah persediaan awal ditambah dengan pembeliaan dan dikurangi dengan persediaan akhir selama satu periode produksi. Persediaan rata-rata yaitu jumlah persediaan awal ditambah dengan jumlah persediaan akhir dibagi dua dalam satu periode tertentu.Besarnya hasil perhitungan perputaran persediaan menunjukkan tingkat kecepatan persediaan menjadi kas dan piutang dagang.

Pengertian Profitabilitas

    Profitabilitas menunjukan bagaimana kemapuan perusahaan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.Laba yang besar belum tentu merupakan ukuran perusahaan yang telah bekerja dengan efesien.Profitabilitas merupakan hal penting bagi perusahaan, karena disamping dapat menilai efesiensi kerja.Juga merupakan alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan perusahaan untuk mendapatkan laba.Profitabilitas Perusahaan diukur dengan kesuksesan suatu perusahaan dan kemampuan mengunakan secara produktif.Profitabilitas dapat dijadikan sebagai suatu gambaran bagaiman kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan. Rasio profitabilitas merupakan alat yang valid dalam mengukur hasil pelaksanaan operasi perusahaan karena rasio profitabilitas merupakan alat perbandingan pada berbagai alternativ investasi yang sesuai dengan tingkat resiko..

    Rasio profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi, antara lain Return On Asset (ROA), Return ON Investment(ROI), Return On Equity (ROE) menurut Kasmir (2008 : 202) retrurn on asset merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.Analisis profitabilitas perusahaan diperlukan untuk meneliti efektivitas kinerja perusahaan tersebut, dengan rumus yang digunakan untuk menghitung ROA.(Sugiono 2009 : 80).

Return on Asset = x 100%

Returnt On Asset yaitu merupakan pengukuran terhadap kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan persediaan yang ada dalam perusahaan tersebut.

ROI merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya.Semakin kecil rasio ini semakin kurang baik dan sebaliknya semakin besar rasio ini maka semakin baik bagi perusahaan.

Return On Equity Merupakan rasio mengukur terhadapa penghasilan yang dicapai bagi pemilik perusahaan ( baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen )atas modal yang diinfestasikan pada perusahaan ( Abdul,2006:60).Semakin tinggi ROE maka semakin tinggi pula penghasilan yang diterima pemilik perusahaan yang berarti pula semakin kedudukannya dalam perusahaan.Adapun rumus unutk menghitungnya adalah :

ROE  =Laba Bersih Modalx100%

Jenis-Jenis Profitabilitas

    Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang terpenting adalah memperoleh laba atau keuntungan maksimal, disamping hal-hal lainnya.Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan digunakan Rasio profitabilitas yang digunakan adalah ROA.Dimana pengukuran dengan mengunakan ROA, merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang bersih dari kegiatan operasi pokoknya.

    Pengunaan Rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan perbandingan antara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan.   

    Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, terdapat beberapa jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan.Masing-masing jenis rasio profitabilitas digunakan untuk menilai serta mengukur posisi keungan perusahaan.Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, terdapat beberapa jenis rasio profitabilitas digunakan untuk menilai serta mengukur posisi keungan perusahaan dalam suatu periode tertentu atau untuk beberapa periode. Jenis-jenis rasio rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah :

  • Rasio Profit Margin 

Rasio ini menunjukkan beberapa beberapa besar keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan. Jika profit margin suatu perusahaan lebih rendah dari rata-rata industrinya, hal itu dapat disebabkan oleh harga jual perusahaan yang lebih rendah dari pada perusahaan pesaing, atau harga pokok penjualan lebih tinggi dari pada harga pokok penjualan perusahaan pesaing, atau pun kedua-duanya. Rumus rasio Net Profit Margin sebagai berikut : (Arief sugiono 2009 : 80 )

NPM =

    Rasio ini mengambarkan beberapa besar persentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.

  1. Tingkat pengambilan aset (Return On Asset) 

Rasio ini mengukur tingkat pengambilan dari bisnis atas seluruh aset yang ada rumus. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : (Sugiono 2009 : 80)

ROA =

3.Tingkat Rasio (Return On Investment)

    Return On Invest ment merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan didlalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan.Adapun rumus unutk menghitungnya adalah sebagai berikut :

ROI  =Laba Bersih Setelah PajakTotal aktivax100%

4.Tingkat Pengambilan Ekuitas (Return On Equity)

    Rasio ini mengukur tingkat pengambilan dari bisnis atas seluruh modal yang ada. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : (Sigiono 2009 : 81).

ROE =

Pengaruh Perputaran Persediaan Persediaan Terhadap ROA

Setiap perusahaan dalam kegiatan operasinya selalu memerlukan persediaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.Dimana persediaan merupakan bagian aktiva lancar yang cukup penting dan juga merupakan investasi yang dibuat untuk tujuan memperoleh pengambilan melalui penjualan kepada pelanggan. Disisi lain, teralalu banyak menyimpan persediaan akan meningkatkan resiko kerugian akibat penurunan harga, kerusakan, atau perubahan pola pembelian pelanggan. Selain itu kelebihan persediaan juga menambah beban seperti persediaan, asuransi dan pajak property.Untuk ukuran dalam menganalisis efesiensi dan efektifitas pengelolaan persediaan perusahaan yaitu dengan perputaran persediaan.

Fees (2006:462) mengemukakan bahwa perputaran persediaan mengukur hubungan antara volume barang dagang yang dijual dengan jumlah persediaan yang dimiliki selama periode berjalan. Semakin cepat persediaan dirubah menjadi barang dangang yang nantinya akan dijual oleh perusahaan maka semakin cepat pula bagi perusahaan untuk memperoleh laba. Semakin tinggi laba yang dihasilkan perusahaan maka akan semakin baik bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut.

    Secara umum semakin besar perputaran persediaan semakin efesien dan efektif dalam mengelola persediaannya sehingga profitabilitas perusahaan pun semakin meningkat.Sebaliknya jika perputaran persediaan menurun maka semakin rendahnya penjualan dan mengakibatkan profitabilitas perusahaan semakin menurun.

METODE PENELITIAN

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *