Liputan KOLOM

Strategi Bisnis Raja Paku Buwana II

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 September 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr Purwadi M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA. Hp 087864404347)

A. Mengundang Investor.

Untuk mencapai kesejahteraan kerajaan, maka diusahakan mengundang investor. Keluar Kerajaan menggandeng pemilik modal yang dapat memutar roda perekonomian.

1. Perusahaan dulce et utile Perancis diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang migas. Agar rakyat Mataram bisa mengelola sumber daya alam. Bertempat di Tuban, Blora dan Bojonegoro.

2. Perusahaan Das Sollen Jerman diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang cor logam. Agar rakyat Mataram bisa berusaha mandiri. Bertempat di Ceper Klaten dan Bekonang Sukoharjo.

3. Perusahaan Das Sein Jerman diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang fasilitas pendidikan. Agar rakyat Mataram menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bertempat di kabupaten Pati Kudus.

4. Perusahaan Cogito Ergo Sum Italia diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang industri kulit. Agar lapangan kerja makin luas. Bertempat di Tanggulangin Sidoarjo Surabaya.

5. Perusahaan Madrid City Spanyol diundang Paku Buwana II tahun 1726. Investasi dalam bidang industri onyx marmer. Agar bisa menyerap tenaga kerja. Bertempat di Blitar Kediri Tulungagung.

6. Perusahaan Mensana Swedia diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang perkebunan. Agar sumber daya alam bisa dikelola dengan baik. Kebun karet di Bringin Salatiga. Kebun Kopi di Kembang Semarang. Kebun teh di Ampel Boyolali.

7. Perusahaan Madras India diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang industri tekstil batik. Agar kerajinan lokal tambah berkembang. Bertempat di Batang Pemalang dan Pekalongan.

8. Perusahaan The Excelent Wood Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang kayu ukir ukiran. Agar rakyat Mataram makin makmur. Bertempat di Grobogan, Demak, Jepara.

9. Perusahaan The Sea King Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang pelabuhan, pelayaran dan perikanan. Agar potensi laut bisa berjalan maksimal. Bertempat di Lamongan, Surabaya, Tuban, Tegal, Jayakarta dan Banten.

10. Perusahaan The Golden Key Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang pertambangan emas. Agar sumber daya alam bisa diolah dengan menguntungkan. Bekerja sama dengan raja raja Melayu. Tambang emas di Rejang Lebong Bengkulu. Tambang nikel di Bangka Belitung. Tambang bouksit di Pulau Bintan Tanjung Pinang.

11. Perusahaan The Populer Food Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang makanan tradisional. Agar industri rumahan menambah kesejahteraan. Jajan gethuk di Muntilan Magelang. Jajan mendoan Banyumas. Jajan brem Madiun. Jajan wingko Babat Lamongan. Dumbleg Gondang Nganjuk. Tahu takwa Kediri. Tape Bondowoso. Rujak cingur Surabaya. Jajan Jipang Mojokerto.

12. Perusahaan Al Hikmah Turki diundang Paku Buwana II tahun 1730. Investasi dalam bidang peralatan ibadah. Agar ketrampilan para santri bernilai ekonomi. Industri songkok Gresik. Industri tasbih Pasuruan. Industri sarung Mojoagung Jombang.

Perlu ketrampilan diplomasi untuk meyakinkan investor asing. Paku Buwana II telah memiliki jaringan bisnis internasional yang luas.

B. Pengembangan Industri

Roda ekonomi bergerak karena produksi barang dan jasa. Kesadaran mendirikan industri berhubungan dengan aspek usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Paku Buwana II tampil sebagai raja yang kaya raya. Kegiatan ekonomi yang maju memberi kesempatan untuk membangun kerajaan dalam segala bidang. Gagasan untuk berkreasi dilakukan dengan mandiri.

Pemindahan ibukota Mataram dari Kartasura ke Surakarta memerlukan biaya besar. Paku Buwana II berhasil membangun istana negara. Berkat kekuatan ekonomi kerajaan yang tangguh.

1. Tahu takwa didirikan Paku Buwana II di Kediri tahun 1731

2. Pabrik brem didirikan Paku Buwana II di Madiun tahun 1732.

3. Industri kripik didibangun Paku Buwana II di Trenggalek tahun 1733

4. Pabrik tape dibangun Paku Buwana II di Bondowoso tahun 1734.

5. Pabrik makanan mendoan dibangun Paku Buwana II di Banyumas tahun 1735

6. Pabrik Krupuk dibangun Paku Buwana II di Krian Sidoarjo tahun 1736

7. Pabrik Jipang dibangun Paku Buwana II di Mojokerto tahun 1737

8. Pabrik Krupuk gapit dibangun Paku Buwana II di Ngawi tahun 1738

9. Pabrik cendol dawet dibangun Paku Buwana II di Banjarnegara tahun 1739

10. Industri gula kelapa dibangun Paku Buwana II di Purworejo tahun 1740

11. Pabrik batik dibangun Paku Buwana II di Pekalongan tahun 1741.

12. Pabrik susu dibangun Paku Buwana II di Boyolali tahun 1742

13. Pabrik makanan thiwul dibangun Paku Buwana II di Wonogiri tahun 1743

14. Pabrik makanan Swike dibangun Paku Buwana II di Purwodadi tahun 1744

15. Pabrik tembakau dibangun Paku Buwana II di Temanggung tahun 1745

BACA JUGATanpa Judul

16. Pabrik gethuk dibangun Paku Buwana II di Muntilan Magelang tahun 1746

17. Pabrik roti bolu dibangun Paku Buwana II di Salatiga tahun 1747.

18. Pabrik bumbu brambang dibangun Paku Buwana II di Brebes tahun 1748.

19. Industri parfum dibangun Paku Buwana II di Gresik tahun 1749.

20. Industri makanan martabak dibangun Paku Buwana II di Tegal tahun 1749.

Demikianlah strategi bisnis yang dijalankan oleh keluarga kerajaan. Sumber buku Babad Sala yang terbit tahun 1750. Karaton Surakarta melalui Sana Pustaka memberi informasi kejayaan masa lampau.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian