Oleh: Dr Purwadi M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA. Hp 087864404347)
A. Mengundang Investor.
Untuk mencapai kesejahteraan kerajaan, maka diusahakan mengundang investor. Keluar Kerajaan menggandeng pemilik modal yang dapat memutar roda perekonomian.
1. Perusahaan dulce et utile Perancis diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang migas. Agar rakyat Mataram bisa mengelola sumber daya alam. Bertempat di Tuban, Blora dan Bojonegoro.
2. Perusahaan Das Sollen Jerman diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang cor logam. Agar rakyat Mataram bisa berusaha mandiri. Bertempat di Ceper Klaten dan Bekonang Sukoharjo.
3. Perusahaan Das Sein Jerman diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang fasilitas pendidikan. Agar rakyat Mataram menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bertempat di kabupaten Pati Kudus.
4. Perusahaan Cogito Ergo Sum Italia diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang industri kulit. Agar lapangan kerja makin luas. Bertempat di Tanggulangin Sidoarjo Surabaya.
5. Perusahaan Madrid City Spanyol diundang Paku Buwana II tahun 1726. Investasi dalam bidang industri onyx marmer. Agar bisa menyerap tenaga kerja. Bertempat di Blitar Kediri Tulungagung.
6. Perusahaan Mensana Swedia diundang Paku Buwana II tahun 1728. Investasi dalam bidang perkebunan. Agar sumber daya alam bisa dikelola dengan baik. Kebun karet di Bringin Salatiga. Kebun Kopi di Kembang Semarang. Kebun teh di Ampel Boyolali.
7. Perusahaan Madras India diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang industri tekstil batik. Agar kerajinan lokal tambah berkembang. Bertempat di Batang Pemalang dan Pekalongan.
8. Perusahaan The Excelent Wood Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang kayu ukir ukiran. Agar rakyat Mataram makin makmur. Bertempat di Grobogan, Demak, Jepara.
9. Perusahaan The Sea King Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang pelabuhan, pelayaran dan perikanan. Agar potensi laut bisa berjalan maksimal. Bertempat di Lamongan, Surabaya, Tuban, Tegal, Jayakarta dan Banten.
10. Perusahaan The Golden Key Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang pertambangan emas. Agar sumber daya alam bisa diolah dengan menguntungkan. Bekerja sama dengan raja raja Melayu. Tambang emas di Rejang Lebong Bengkulu. Tambang nikel di Bangka Belitung. Tambang bouksit di Pulau Bintan Tanjung Pinang.
11. Perusahaan The Populer Food Inggris diundang Paku Buwana II tahun 1729. Investasi dalam bidang makanan tradisional. Agar industri rumahan menambah kesejahteraan. Jajan gethuk di Muntilan Magelang. Jajan mendoan Banyumas. Jajan brem Madiun. Jajan wingko Babat Lamongan. Dumbleg Gondang Nganjuk. Tahu takwa Kediri. Tape Bondowoso. Rujak cingur Surabaya. Jajan Jipang Mojokerto.
12. Perusahaan Al Hikmah Turki diundang Paku Buwana II tahun 1730. Investasi dalam bidang peralatan ibadah. Agar ketrampilan para santri bernilai ekonomi. Industri songkok Gresik. Industri tasbih Pasuruan. Industri sarung Mojoagung Jombang.
Perlu ketrampilan diplomasi untuk meyakinkan investor asing. Paku Buwana II telah memiliki jaringan bisnis internasional yang luas.
B. Pengembangan Industri
Roda ekonomi bergerak karena produksi barang dan jasa. Kesadaran mendirikan industri berhubungan dengan aspek usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Paku Buwana II tampil sebagai raja yang kaya raya. Kegiatan ekonomi yang maju memberi kesempatan untuk membangun kerajaan dalam segala bidang. Gagasan untuk berkreasi dilakukan dengan mandiri.
Pemindahan ibukota Mataram dari Kartasura ke Surakarta memerlukan biaya besar. Paku Buwana II berhasil membangun istana negara. Berkat kekuatan ekonomi kerajaan yang tangguh.
1. Tahu takwa didirikan Paku Buwana II di Kediri tahun 1731
2. Pabrik brem didirikan Paku Buwana II di Madiun tahun 1732.
