10. Lanjutan Peningkatan Jalan Cinta Maju-Tamba Dolok senilai Rp. 800.000.000, sumber dana dari DID & tender ulang.
11. Ada satu lagi kegiatan yg tdk bisa dilaksanakan (disilpakan), yaitu Pengadaan Alat Kesehatan di RSUD Hadrianus Sinaga senilai Rp. 2.900.000.000
Faktor penyebab tender ulang dan kegiatan yg tdk dilaksanakan diduga keras karena kuatnya intervensi dan tekanan dari OG, JN dan MS kepada bupati, agar memerintahkan tender ulang paket-paket pekerjaan tsb, agar paket harus dimenangkan rekanan yg telah direkomendasikan mereka, karena jika dimenangkan oleh pihak lain yg bukan direkomendasikan mereka maka hasil fee yg diharapkan akan sulit diperoleh.
Pada hal tender ulang mengakibatkan lembatnya daya serap anggaran dan anggaran tak berdaya menggerakkan pertumbuhan ekonomi rakyat apalagi dalam suasana pandemi Covid-19 yg sangat menyulitkan ekonmi rakyat.
Tender ulang tanpa disadari juga berdampak lain yaitu hilangnya peluang anggaran atas kegiatan dan tak bisa dilaksanakan.
Paket Kegiatan yg sudah pasti hilang karena tender ulang dan tak bisa dilaksanakan lagi adalah kegiatan yg bersumber dari DANA DAK yaitu nomor 1 s/d 4 dan nomor 11 senilai Rp. 5.199.557.433,. akan ditarik kembali oleh pusat, karena sesuai aturan tidak boleh melewati batas waktu kontrak dgn pihak ke 3 (Penyedia) per tgl 31 Agustus 2021.
Hal ini menjadi kontra produktif dgn upaya dan janji bupati, bhw bupati katanya akan berupaya keras untuk melakukan lobby ke semua lembaga pemerintah dan janji pembangunan Infrastruktur akan bebankan melalui APBN, padahal dana yg didepan mata saja tidak mampu menggunakannya, alias ditarik kembali oleh Pemerintah Pusat.
Selain itu paket kegiatan point 11 Pengadaan Alat Kesehatan di RSUD Hadrianus Sinaga Rp 2.900.000.000.- kebutuhan yg super prioritas sesuai kondisi pandemi Covid-19 terpaksa disilpakan karena diduga keras adanya intervensi dari tim sukses JN dan MS tdk terpenuhi.
Kondisi seperti ini tentu bisa jadi indikator bahwa laju pembangunan kab samosir akan terhambat karena faktor-faktor kepentingan pribadi dan kelompok yg berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
Sebagai masyarakat cinta dan peduli Samosir tentu sangat mengharapkan tindak lanjut dari aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Samosir utk mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya agar Samosir bebas dari Korupsi dan persekongkolan yg dapat menyengsarakan masyarakat.
Semoga masyarakat samosir bersama DPRD Kab Samosir tetap dlm semangat kebersamaan mengawasi jalannya roda pemerintahan dan terus menghimbau dan berharap kepada pemerintah Samosir agar bekerja sesuai aturan dan ikhlas mengabdi untuk masyarakyat.
(LM-01)
