12. Garwa prameswari Sri Susuhunan Amangkurat Agung memang berjiwa agung. Kanjeng Ratu Kencana punya watak luhuring budi. Benar benar mustikaning putri, tetungguling widodari. Menurunkan Raden Mas Drajat atau Pangeran Puger. Kelak bergelar Sri Susuhunan Paku Buwana I raja Mataram Kartasura tahun 1708-1719.
13. Atas restu Kanjeng Ratu Kencana, Sinuwun Paku Buwana I menikah dengan putri Pangeran Balitar, Bupati Madiun. Bernama Kanjeng Ratu Mas Balitar. Putri cerdas tangkas trampil trengginas, mrantasi sabarang karya.
14. Ratu Mas Balitar sebagai garwa prameswari Sri Susuhunan Paku Buwana I mengarang kitab Ambiya, Kandha, Iskandar Zulkarnain. Menantu Ratu Kencana Semarang ini seorang pengarang berbakat.
15. Dengan didampingi oleh Kanjeng Ratu Kencana, Sinuwun Paku Buwana I dan Ratu Mas Balitar lancar mengabdi di Kerajaan Mataram Kartasura. Negara maju, rakyat makmur. Tiap pemuda wajib belajar atas biaya negara.
16. Usaha batik, kuliner, kerajinan gamelan, ukir ukiran, kecap dan trasi berkembang pesat. Ratu Kencana Semarang peduli ekonomi kerakyatan. Untuk wilayah Purworejo, Kebumen, Cilacap, Purbalingga, Wonosobo, Banjarnegara dan Banyumas mendapat perlakuan istimewa. Minyak kelapa jadi komoditas utama.
17. Gedung Kabupaten wilayah DULANGMAS Kedu Magelang Banyumas dibangun dengan megah. Sesuai konsep etis filosofis leluhur. Seni budaya berkembang amat menggembirakan. Itu atas iguh partikel Kanjeng Ratu Kencana Semarang.
18. Nama Ratu Wiratsari atau Kanjeng Ratu Kencana Semarang harum wangi. Sumare di hastana Tegalarum bersama Sri Susuhunan Amangkurat Agung. Kawula dasih sama ngalap berkah. Amin Amin Ya Rabbal Alamin.
19. Putri Trah Pajang ini sungguh ayu hayu rahayu. Sumber penulisan biografi Kanjeng Ratu Kencana berasal dari Babad Semawis, Pangeran Karanggayam Kebumen, 1712. Karya dokumen historis yang bermutu tinggi.
20. Segenap wanita utama pengabdi bangsa punya teladan mulia. Kanjeng Ratu Kencana Semarang harum namanya. Bertaburan di seluruh penjuru negeri.
(LM-01)
