“Dalam rapat yang penuh dinamika itu, juga dibahas kondisi terkini jalur Medan – Berastagi yang diketahui di sejumlah titik lokasi sangat berpotensi longsor, sehingga dibutuhkan jalur alternatif untuk meminimalisir kemacetan,” ujar Baskami sembari menambahkan, walaupun jalan Berastagi – Medan sedang dibangun sejenis “Cantilever” di beberapa titik, tapi dari segi volume lalu lintas, tidak akan bisa mengatasi kemacetan.
Poin kesimpulan lainnya, katanya, juga disepakati, agar BBPJN II Sumut mempercepat proyek pembangunan “jembatan layang” di beberapa titik di jalur Medan-Berastagi, agar bisa mengurangi sedikit kemacetan.
“Kita juga berharap kepada BBPJN tidak hanya membangun “jembatan layang”di jalur Medan – Berastagi, tapi perlu dibarengi perbaikan tebing di sejumlah titik yang sangat rawan longsor, guna menghindari korban jiwa bagi pengguna jalan,” tegasnya.
Diakhir pertemuan, tegas Baskami, juga disepakati, agar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumut segera mengusulkan anggaran menyewa helikopter di APBD TA 2022 untuk memantau sekaligus memberikan pertolongan secara cepat terhadap korban, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
(LM-01)

