Bantu Tana Tidung Cegah Learning Loss di Masa Pandemi COVID-19, FORMALINDO Diganjar Penghargaan

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Forum Masyarakat Literasi Indonesia (FORMALINDO) mendapat penghargaan dari Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penghargaan ini diberikan langsung Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali pada perayaan Hari Guru Nasional 2021 yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Desember 2021. Tana Tidung menghargai bantuan organisasi yang berbasis di Sumatera Utara ini, karena ikut mendesain program pendidikan di masa pandemi.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Ibrahim Ali yang mengapresiasi peran FORMALINDO. Penghargaan ini memperteguh peran kami di dunia pendidikan, terutama di masa pandemi,” terang Sekretaris Jenderal (Sekjend) FORMALINDO Agus Marwan kepada wartawan di Medan, Kamis (02/12).

Agus Marwan mengatakan Tana Tidung merupakan daerah yang paling progresif dalam mengantisipasi dampak hilangnya kemampuan belajar (learning loss) di Indonesia. Tana Tidung berhasil mempertahankan partisipasi belajar siswa di masa pandemi sampai 98 persen. Tingginya angka partisipasi belajar ini tidak lepas dari lima strategi Tana Tidung yaitu penggunaan bahan ajar bermakna dan kontekstual, pendampingan belajar, budaya baca, monitoring dan evaluasi, serta pembukaan sekolah.

”FORMALINDO senang sekali bisa mengambil peran mendukung Tana Tidung mendesain ke lima strategi ini,” tambahnya.

Agus mengatakan selain lima strategi tadi, kunci keberhasilan Tana Tidung terletak kepada kepemimpinan Bupati Ibrahim Ali. Ia mengatakan, learning loss merupakan masalah yang dihadapi semua daerah di Indonesia, namun respon kepala daerah berbeda-beda. Semakin visioner seorang kepala daerah, maka semakin serius dan sistematik daerah itu mengantisipasi learning loss.
Sejumlah penelitian internasional telah menunjukkan bahwa learning loss tidak cukup diatasi hanya dengan membuka sekolah. Upaya mengatasi learning loss harus diikuti dengan pemulihan pembelajaran melalui assessment ulang kemampuan siswa baik secara kognitif maupun non-kognitif, melakukan pembelajaran terdiferensiasi, dan menggunakan kurikulum sederhana.

“Semua ini membutuhkan dukungan dari kepala daerah. FORMALINDO senang sekali bisa membantu kepemimpinan Bupati Ibrahim Ali,” tukas calon doktor studi pembangunan dari Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Keberhasilan program pendidikan di Tana Tidung pada masa pandemi juga diakui Kemdikbudristek. Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemdikbudristek, Anindito Aditomo, mengatakan pihaknya memakai pengalaman dari Tana Tidung menjadi kebijakan nasional. Melalui studi yang dilakukan Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), Kemdikbudristek menggunakan praktik baik dari Tana Tidung kedalam lima point rekomendasi nasional untuk pemulihan belajar. Rekomendasi ini diharapkan menjadi contoh yang dapat dipakai daerah lain di Indonesia.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *