Soal penyebab kematian, dokter menduga Mang Oded kena serangan jantung.
Kematian mendadak wali kota ini membuat shock semua pihak. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sangat kehilangan Mang Oded (panggilan akrab Oded), sahabat terbaiknya.
“Kami 5 tahun bersama dalam suka duka membangun Bandung, sungguh saya bersaksi atas keshalehan dan kemuliaan ahlak almarhum. Teladan kami semua. Pileuleuyan Mang Oded. Doa dari kami semua,” seperti dikutip dalam postingan IG-nya.
Ridwan Kamil pun ikut menyalatkan jenazah Mang Oded di pendopo. Terlihat saat berdoa bersama usai salat jenazah, ia tak kuasa menahan tangis. Tangannya yang memegang tisu, sesekali menyeka matanya.
Sementara itu istri Mang Oded, Siti Muntamah terlihat tegar. Saat pelepasan jenazah di Pendopo Kota Bandung, meski matanya merah namun ia masih bisa berdiri tegak saat menerima ucapan belasungkawa. Begitu juga dengan 7 putrinya, semua terlihat tegar. Selain meninggalkan istri dan tujuh putrinya, Mang Oded juga meninggalkan empat mantu dan tujuh cucu.
Rasa kehilangan sosok Mang Oded juga disampaikan sejumlah tokoh. Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode Ahmad Heryawan, menyampaikan bahwa selama mengenalnya sejak tahun 90-an, Mang Oded adalah pribadi yang baik.
“Kalau menceritakan kebaikannya bisa berhalaman-halaman. Beliau orang baik, orang saleh, ahli surga,” ujar Aher.
Rasa kehilangan juga disampaikan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Menurutnya Mang Oded adalah sosok teladan.
“Almarhum adalah sosok teladan. Beliau juga guru bagi saya. Kepemimpinannya banyak menginspirasi. Beliau salah satu kader terbaik PKS,” ujarnya.
Meninggal di usia 59 tahun, Mang Oded dimakamkan di kampung halamannya Tasikmalaya, berdampingan dengan makam ayah ibunya. Proses pemakaman yang diwarnai isak tangis dilaksanakan Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB. (detikcom)

