Ikatan Guru Indonesia Sumatera Utara Sukses Gelar Rakorwil 2022 Bernuansa Alam

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Bertempat di Namu Sira-sira, Kabupaten Langkat, jauh dari hiruk pikuk dan keramaian kota, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumatera Utara sukses menggelar Rapat Koordinasi Wilayah dari tanggal 7 hingga 9 Januari 2022.

Mengusung tema “Mengoptimalkan Sinergitas Pengurus Organisasi IGI Membangun Peradaban” IGI bertekad untuk terus bersinergi baik di dalam internal Pengurus IGI maupun dengan organisasi profesi guru lainnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah IGI Sumatera Utara dengan penginapan di tenda-tenda perkemahan sehingga para peserta dapat lebih menyatu dengan alam selama kegiatan rakorwil.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Danang Hidayatullah saat pembukaan Rakorwil bahwa negara Indonesia yang begitu luas, terbentang dari Sabang sampai Merauke, memiliki masalah pendidikan yang cukup pelik sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan sinergitas antar organisasi.

Perkembangan teknologi mengakibatkan perubahan terus menerus sehingga guru-guru yang tergabung dalam IGI atau yang biasa disebut IGIers harus mampu menyelaraskan diri dengan perubahan tersebut. IGIers haruslah adaptif, inovatif dan progresif.

Setelah bimbingan dan arahan dari Ketum PP IGI, kegiatan rapat yang dipandu dengan penuh keceriaan oleh Sekretaris IGI Sumut, Bapak Jamal Husein Harahap dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengurus Wilayah IGI Sumatera Utara, Ibu Dewi Sri Indriati Kusuma.

Rakorwil juga dihadiri pendiri IGI Bapak Ahmad Sururi Azis, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan dan Dewan Pembina IGI yaitu Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. (Guru Besar Unimed), Prof. Dr. Sri Minda Murni, M.S. (Guru Besar Unimed), Prof. Dr. Irmawati, psikolog (Guru Besar USU), Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd. (Wakil Bupati Pakpak Bharat) dan Drs. Alfian Hutauruk, M.Pd. (Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara)

Prof. Dr. Irmawati, psikolog  memberikan materi penguatan kapasitas tim. Di akhir materi, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberikan permainan membangun menara dimana setiap kelompok harus membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan menggunakan biaya dan sisa bahan paling minim tetapi memiliki spesifikasi sesuai ketentuan permainan dan ketahanan yang mumpuni.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *