Ponorogo,liputan68.com-,Gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia sejak dulu kala. Diera modern ini, seakan mulai tergerus oleh budaya-budaya luar.
Namun, semenjak Sugiri Sancoko menjadi Bupati Ponorogo, budaya gotong royong membangun Kota Reog, mulai terlihat bersemi kembali.
Sebut saja, face off jalan HOS Cokroaminoto. Jalan tengah kota Ponorogo itu disulap menjadi jauh lebih indah, lebih tertata rapi dan menjadi jujugan wisata. Dana miliaran untuk pembangunan didapat dari urunan atau gotong royong berbagai elemen masyarakat. Entah itu dari organisasi masa, pengusaha, partai politik, koperasi hingga Perbankan.

Mereka bahu membahu untuk bergotong royong menjadikan Jalan HOS Cokroaminoto sebagai salah satu icon penting Kota Reog.
Tak cukup disitu, budaya gotong royong juga dirasakan ditengah-tengah masyarakat. Warga bahu-membahu bersama sama membersihkan lingkungan mulai aliran sungai, halaman hingga jalan. Salah satu tujuannya berupaya mencegah banjir.
Terbaru, warga semakin semangat bergotong royong untuk memperbaiki jalan-jalan rusak dan jembatan diwilayahnya. Urunan semen, urunan pasir dan apapun untuk memperbaiki jalanan berlubang agar tidak membahayakan pengguna jalan.

