Dijelaskannya, usai bertemu dengan masyarakat, mereka sangat mendukung kehadiran kita agar bendungan diperbaiki.
Dari peninjauannya, Eddy Berutu mendapat informasi bahwa bendungan itu rusak karena derasnya air dari gunung.
“Debit air dari gunung sangat besar maka airnya meluap. Oleh karena itu saya tugaskan lingkungan hidup melakukan program reboisasi. Pohon-pohon ditanam kembali. Tadi saya bicara dengan masyarakat agar mereka menanam tanaman tua yang bisa menahan air seperti alpukat dan lainnya sebagainya. Selain bisa sebagai penahan banjir tanaman itu juga bisa menghasilkan dan hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat”.
“Saya juga meminta pak camat dan pak kadis lingkungan hidup untuk mensosialisasikan jangan lagi kita tebang pohon-pohonnya. Apapun yang kita bangun tidak sanggup untuk menahannya apalagi alam. Apalagi kalau tetap dilakukan penebangan, bendungan tetap saja hanyut. Oleh karena itu mari kita perbaiki konstruksi yang ada tetapi kita jaga kelestarian alam. Sehingga produksi gabah yang datang dari desa kita ini bisa memakmurkan masyarakat,” ajaknya.
Sementara warga Simungun Sera Sitohang mengaku senang atas kehadiran bupati Dairi. Warga juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dairi yang meninjau langsung bendungan yang jebol akibat diterjang banjir.
“Terima kasih pak bupati semoga bendungan kami ini bisa diperbaiki. Kami banyak bergantung dengan irigasi ini. Air bersih, ke tanaman padi airnya semua dari irigasi ini. Makanya kami sangat senang pak bupati,” katanya.
Sementara Kepala Desa Simungun Tupang Sianturi mengucapkan terima kasih kepada Bupati. Tupang menjelaskan irigasi ini sangat diperlukan oleh masyarakat. Ada puluhan kepala keluarga yang menggantungkan kehidupan dengan dengan menanam padi di sawah. Besar harapannya bendungan ini cepat terealisasi.
Dalam kunjungan tersebut Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Berutu juga didampingi Kepala PUTR Hotmaida Butar-butar, Kepala BPBD Masaraya Berutu, Camat Siempat Nempu Hilir, Swanto Sitakar, Kepala Desa Simungun Tupang Sianturi, tokoh masyarakat dan warga Simungun.
(LM-01)

