“Sebagai simbol kita harus menjalankan tugas sebagai mediator kepada masyarakat untuk memberikan edukasi mengapa paud sangat penting. Untuk perizinan pendirian paud sudah dipermudah oleh Bupati Dairi, bagi desa yang belum mendirikan paud, mari segera berkoordinasi agar paud dapat di dirikan sesuai dengan program Paud Kabupaten Dairi satu desa satu paud,” ungkap Romy Mariani.
Lebih lanjut, Romy Mariani menyampaikan Paud itu perlu karena pendidikan anak di usia 0-4 tahun yang merupakan usia emas dan akan lebih kreatif jika nantinya sudah masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Romy Mariani utarakan Bunda Paud Desa menjadi simbol untuk mewujudkan Paud yang unggul di desa masing-masing sehingga tercipta generasi-generasi Dairi yang Unggul.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Fatimah Boang Manalu yang hadir dalam pelantikan tersebut mengatakan para bunda paud diharapkan menjadi motivator agar masyarakat paham akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini. Fatimah menghimbau agar para Bunda Paud bekerjasama dengan seluruh pihak terkait untuk meminimalisir terjadinya anak putus sekolah dan anak putus harapan seperti yang telah terjadi di Dairi pada beberapa waktu sebelumnya.
“Sosialisasikan kepada orangtua jika memiliki anak usia 0-6 tahun agar memasukkan ke Paud ataupun TK. Dibutuhkan suasana sekolah yang asri agar anak anak dapat belajar dengan nyaman,” pungkasnya.
Camat Tigalingga, Timbul Sahala Tamba mengatakan pertemuan ini sebagai tindak lanjut atas pelantikan Kepala Desa yang dilantik oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu pada Desember 2021.
“Kami berharap dengan hadirnya Ketua PKK desa yang baru akan melahirkan semangat baru inovasi baru untuk mewujudkan visi pemerintah mewujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat,” ujar Camat.
Camat juga menghimbau agar para Kepala Desa saling bersinergi dalam menjalankan program pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Dairi.
(LM-01)

