Setiap sore, dia memasang umpan yang terikat tali ke sungai sekitar.
Ujung tali lainnya diikat pada batang kayu besar yang ada di sekitar sungai untuk memudahkannya menarik buaya saat umpan itu berhasil.
“Kadang umpannya merpati, kadang ayam,” kata Tili sambil memegang ban yang dilepas dari buaya.
Tili pun memasang umpannya dan berhasil menangkap buaya.
Dia tak hanya sendiri, warga setempat yang menonton aksi Tili tersebut turut membantu.
“Saya memang mau menangkapnya karena kasihan. Buaya itu terlilit ban selama bertahun-tahun,” ucap Hili.
Saat buaya berhasil ditarik ke daratan, Tili pun dengan sigap langsung mengikat buaya itu.
“Sempat lepas dua kali dari umpan, nanti setelah magrib bari berhasil,” ucap Tili.
Hili baru sekitar 4 bulan berada di Kota Palu.

“Disini (Kota Palu, red) baru sekitar 4 bulan,” ungkap Tili.
Tili mengatakan, untuk melakukan penangkapan buaya berkalung ban hanya mengandalkan uang pribadinya.
Seperti untuk membeli umpan ayam, burung merpati dan bebek untuk memancing buaya tersebut.
“Habis uang sekitar Rp 4 juta, kalau ayam sekitar 35 ekor sama merpati,” ujarnya.
Tili menuturkan, menggunakan tali dengan panjang sekitar 300 meter. Namun tertinggal hanya 100 meter disebabkan dicuri.
“Pokoknya kalau tali ada sekitar 300 meter dan tinggal 100 meter dicuri orang tapi saya ikhlaskan. Saya jeratnya pakai tali kapal karena tidak ada modal makanya saya sambung-sambung saja,” tambah Tili yang di lansir TribunPalu.com.

Dia menjelaskan, semua biaya untuk penangkapan ini menggunakan uang pribadi miliknya.
“saya kan modal sendiri, uang Rp 4 juta saya jalankan disini,” pungkasnya.
Sebelumnya aksi heroik warga Kota Palu patut diacungi jempol.
Pasalnya Warga asal Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah berhasil menangkap Buaya Berkalung Ban (B3).
Penangkapan itu belokasi di Jembatan II Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Sebelum berhasil menangkap Buaya Berkalung Ban, Tili terlebih dahulu menangkap anak dari Buaya tersebut.
“Anaknya buaya ini saya tangkap disana (tengah sungai, red) pakai perahu rakitan saya, Sudah 4 hari saya tangkap anaknya buaya ini,” ungkap Tili, Selasa (8/2/2022).
Alasan pria asal Sragen ini melepaskan ban dari leher buaya disebabkan tidak tega melihat binatang terikat-ikat.
“Saya memang tidak suka ada binatang terikat-ikat saya tidak suka dari dulu, biar ular saya kase lepas,” tuturnya.
“ini kemauannya saya sendiri, karena saya merasa kasihan dan saya mau buktikan bisa menyelamatkan buaya ini,” tambah Tili.
Pria berusia 35 tahun itu pun mengatakan, buaya berkalung ban ini dianggap seperti temannya.
“ini buaya saya anggap seperti teman,” tandasnya. (RED)
