“Selama ini kita bertanding-bertanding, tetapi jangankan kualitas, kuantitas atlet saja tak terpenuhi, nah ini kita berharap dengan penduduk kita yang 270 juta, jangankan kualitas, kuantitas harus dapat,” katanya.
Selain itu, pembinaan wasit juga menjadi hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kata Edy, dengan pembinaan wasit, sportifitas akan semakin meningkat.
“Termasuk infrastruktur, infrastruktur ini yang salah satu kami sampaikan,” kata mantan Pangkostrad usai bertemu Menpora.
Kesempatan itu, Edy menyampaikan Pemprov Sumut sangat mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diinisiasi Kemenpora. Apalagi, menurutnya, selama ini belum pernah ada desain besar mengenai keolahragaan di Indonesia.
“Saya akan menindaklanjuti DBON untuk pembinaan olahraga, kita jadikan referensi pembinaan olahraga, 76 tahun merdeka kita tak punya referensi,” ungkap Edy.
Menpora Zainudin Amali menyambut baik apa yang disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi. Menpora merasa senang, karena Sumut miliki komitmen yang kuat dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas untuk bisa juara di kejuaraan tertinggi dalam negeri seperti PON.
Menurutnya, akan ada lagi pertemuan dengan gubernur Sumut dan Aceh, di Sabang, Aceh, untuk membahas kesiapan pelaksanaan PON 2024. Pertemuan tersebut juga membahas tentang sport centre yang dibangun di Sumut.
“Pembahasan tentang persiapan PON 2024, kemudian rencana beliau (Edy Rahmayadi) membangun sport centre 300 hektare, ya kita dukung,” kata politisi Golkar ini. (LM-02)
TEKS FOTO
BERTEMU: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali di ruang kerjanya di Kantor Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Kamis (10/2/2022). Edy melaporkan beberapa hal terkait persiapan PON 2024 dan tentang keolahragaan di Sumut. DINAS KOMINFO SUMUT
