Capaian Masih Rendah, Gubernur Edy Ajak Masyarakat Sumut Lengkapi Vaksinasi

“Kita kejar vaksinasi ini, yang rata-rata terkena parah sampai meninggal itu orang-orang yang belum divaksin,” kata Edy.

Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Sumut untuk dosis pertama sudah berada pada angka 90%, dosis kedua 59,70%, dan dosis ketiga baru 2,80%. Saat ini baru 12 kabupaten/kota yang capaian dosis kedua sudah di atas 70%. Yaitu Kota Medan, Binjai, Gunung Sitoli, Pematang Siantar, Sibolga, Dairi, Toba, Karo, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Samosir, dan Humbang Hasundutan.

Peningkatan Prokes
Kesempatan itu Gubsu Edy menekankan, beberapa kemungkinan dapat dilakukan termasuk peningkatan disiplin prokes hingga pemberlakuan penyekatan mobilisasi masyarakat, jika kondisi kurang baik dampak varian baru Omicron.

“Belajar dari pengalaman, kasus ke kasus Covid-19 di Sumut, mulai Alfa, Delta dan terakhir ini Omicron. Ini kita mengantisipasi, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh rakyat. Melalui tokoh-tokoh ini, saya mengadu dan meminta bantuan agar hal ini disebarkan kepada seluruh masyarakat. Karena mereka punya jaringan sampai ke tingkat desa,” harapnya.

Kepada unsur Forkopimda, lanjut dia, juga telah disampaikan agar seluruh jajaran bisa saling menguatkan dan mengingatkan pentingnya disiplin prokes. Mengingat telah banyak kelonggaran sejak angka penularan Covid-19 turun mulai pertengahan tahun lalu.

“Ini (Omicron) lebih dahsyat dan cepat penularannya dibanding varian lain. Untuk itu rakyat juga harus cepat tau. Intinya adalah protokol kesehatan. Itu pun (prokes) juga intinya. Yaitu penggunaan masker, masker, masker. Kemudian segera lakukan vaksinasi,” tegas mantan Pangkostrad ini.

Ia berharap melalui pertemuan tersebut masyarakat akan menerima dan memahami pentingnya menjaga prokes. Terkhusus lagi bersedia divaksin lengkap hingga dosis ketiga.

“Jika kondisi ini tidak terkendali, ya sekolah ditutup kembali, karena kita sayang anak-anak. Dan sudah ada perdanya (protokol kesehatan), jika dilanggar bisa dipidana. Tetapi kan yang terpenting itu kesadaran dari hati. Jadi hatinya dulu pakai masker (yakin), maka fisiknya akan mengikuti,” pungkas Edy.

Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Restuti Saragih membantah anggapan bahwa apabila sudah divaksin, maka boleh melonggarkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan lain sebagainya.

“Vaksinasi tidak membuat orang kebal terhadap Covid-19. Virus tersebut tetap masuk ke tubuh meski divaksin. Namun dengan vaksinasi, gejala akibat infeksi virus jadi lebih ringan bahkan tidak bergejala,” ujarnya.

Menurutnya, vaksin jenis apapun tetap mampu meningkatkan imunitas tubuh. Diakuinya, masih banyak masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin. Hal itu tentu akan menghambat capaian vaksinasi di Sumut.

“Vaksin merek apapun, kemampuannya kalau kita tertular kena Covid, maka perlindungan vaksin akan menjadi membuat kita tak bergejala. Akibatnya tercegah dari sakit berat dan terhindar dari kematian,” kata Restuti.

Selain itu, vaksin Covid-19 yang beredar saat ini sudah mendapat status halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin juga dijamin aman. Efek samping pascavaksin sebagian besar ringan dan dapat diatasi.

“Biaya penanganan kejadian ikutan pascaimunisasi ditanggung pemerintah, dan lebih besar risiko yang dihadapi jika tidak vaksinasi, sakit dan meninggal, serta menularkan pada orang-orang tercinta,” kata Restuti.

Sisi lain ia menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terkait penularan Covid-19 di berbagai daerah. Terutama data yang terkonfirmasi positif, terkhusus sekolah atau institusi pendidikan.

“Jika angka penularan di sekolah di bawah 5%, akan dilakukan penghentian sementara selama 5 hari. Jika lebih atau sama dengan 5%, maka sekolah akan ditutup sementara selama 14 hari. Sedangkan untuk data perkembangan Covid-19 di Sumut, ada penambahan 637 kasus terkonfirmasi hingga Kamis (10/2/2022),” urai dia. (LM-02)

TEKS FOTO
SILATURAHMI: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melaksanakan silaturahmi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya, dan tokoh pemuda dalam rangka penyuluhan tatanan kehidupan baru Covid-19 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Jumat (11/2/2022). Dinas Kominfo Sumut

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *