Tata Cara Sewu Dinten Di Pagelaran Karaton Surakarta

B. Wilujengan Kraton Surakarta.

Adat istiadat dijunjung tinggi. Karaton Surakarta Hadiningrat amat ketat dalam hal pelestarian budaya. Warga istana memegang teguh ajaran, Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya.

Burung dilepas sebagai tanda paripurna. Pengetan sewu dinten surut dalem KPH Satriyo Hadinagoro berpusat di pagelaran Sasana Sumewa. Gedung luas ini dibangun oleh Sinuwun Paku Buwana II pada tahun 1745. Berguna sebagai tempat pertemuan yang bisa memuat 6000 orang.

Selatan pagelaran adalah sitihinggil dan bale angun angun. Depannya alun alun Lor. Baratnya pasar klewer dan Masjid Agung. Melingkar jalan supit urang yang penuh dengan nilai estetis dan filosofis. Kawasan ini siang malam selalu ramai. Ripah kathah bangsa manca kang sami abebale wisma. Klop dengan narasi pedalangan.

Soko guru pagelaran Sasana Sumewa besar dan kokoh. Kemegahan ini sekaligus keagungan bagi bangsa. Warisan yang agung anggun dan unggul. Layak untuk dilestarikan sepanjang masa. Demi kejayaan masa depan generasi muda. Tentu saja dengan harapan lebih cerah cemerlang.

Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan penerus peradaban yang dirintis Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram. Pengalaman panjang ini sungguh bermakna. Terutama untuk menggali butir butir kearifan lokal. Bisa memperkokoh jatidiri bangsa dan kepribadian nasional.

Upacara wilujengan khidmat sekali. Bendara Raden Ayu Salindri besus ngadi salira, ngadi busana. Mewarisi bakat swargi GKR Galuh Kencono. Ayu hayu rahayu dalam melestarikan budaya kang asumber saking Karaton Surakarta Hadiningrat. Puncak puncak kemegahan telah diukir indah. KPH Satriyo Hadinagoro dan GKR Galuh Kencono pejuang kebudayaan sejati. Sentana dan abdi dalem bertekad melanjutkan cita cita luhur. Trahing kusuma rembesing madu.

Berkenan memberi sambutan yaitu KPH Radityo Lintang Sasongko. Dosen UNS ini micara miraga mirasa. Ahli dalam bidang ekonomi sosial budaya. Punjul ing apapak. Wasis ing samukawis. Kembul bujana andrawina.

Tata cara jangkep genep genah. Karaton Surakarta Hadiningrat sumber pengembangan kebudayaan. Trahing nata garwa risang Dananjaya. Den prayitna sabarang hawya sembrana. Demikianlah ajaran luhur yang terus diuri uri.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *