“Saya minta maaf Pak Lasro, tidak saya luluskan, pasti cita-citanya mau jadi eselon I, dengan segala macam pertimbangan saya butuh dia. Perkara kesejahteraan biar kita nanti doakan,” pungkasnya.
Pasrah
Adapun Lasro Marbun tampak pasrah bahwa namanya telah dicoret Gubsu Edy sebagai kandidat terbaik seleksi Sekdaprov Sumut.
Meski harus menerima keputusan pahit itu, Lasro tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
“Sebagai putra bangsa, sebagai institusi tentu loyal kepada pimpinan, sebagai manusia (pegawai negeri), tentu saya sedih juga,” ujar dia menjawab wartawan.
Diakui Lasro bahwa Gubernur Edy mengetahui apa yang menjadi kebutuhan di masa pemerintahannya hingga 5 September 2023 mendatang.
“Tapi kan orang tua (Gubsu Edy) sudah menyatakan isi hati, isi pikiran. Kan beliau pimpinan kita, beliau lebih tau apa kebutuhan beliau untuk Sumatera Utara sampai dengan 5 September 2023. Jadi saya sebagai putra Sumatera Utara, sebagai putra Indonesia sebagai anak kampung, ya terima dan tetap bekerja, bekerja, bekerja,” ungkapnya.
Ia lantas menyerahkan semua kepada Tuhan.
“Saya kira Tuhan itu punya rencana luar biasa bagi setiap insan yang dia cintai, dia ampuni, dia tuntun, dia bimbing,” katanya.
Pun dibalik penggagalan itu, Lasro meyakininya sebagai sebuah anugerah.
“Biasanya ada sesuatu yang luar biasa dibalik itu, entah itu menjadi kesehatan saya, kemerdekaan saya gitu, pengakuan orang beliau itu tadi bapak/ibu dengarkan itu juga anugerah bagi saya anak kampung ini,” ujarnya.
Mantan kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini pun tidak menyesali keputusan Gubernur Edy itu. Dengan telah diberi tugas selama ini oleh gubernur, menurutnya sudah lebih dari sebuah kedudukan eselon I.
“Banyak orang mendengar, Lasro Marbun nomor satu, tapi saya diminta beliau untuk mengerjakan pekerjaan ini, itu juga lebih dari sebuah kedudukan eselon I, suatu kehormatan itu bagi ayah ibu saya, bagi bapak ibu guru saya, bagi dosen saya yang telah mendidik Lasro Marbun, dan bagi setiap orang mendoakan saya, oh ternyata ada pengakuan loh gitu,” paparnya.
Seperti diketahui, Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya telah memberikan penilaian terhadap enam calon Sekdaprovsu yang mengikuti tahapan sampai akhir.
Seperti dilihat Sabtu (19/2/2022) dari salinan surat pengumuman nomor 023/SPTJM/I/2022, pansel membuat peringkat berdasarkan penilaian akhir terhadap enam kandidat.
Yakni peringkat pertama, Hasmirizal Lubis. Pria yang menjabat Asisten Umum Setdaprovsu itu mendapat nilai 81,99. Peringkat kedua yakni Arief Sudarto Trinugroho yang memeroleh nilai 81,72.
Di peringkat ketiga ada Agus Tripriyono dengan nilai 81,04. Posisi keempat ada Inspektur Sumut, Lasro Marbun dengan nilai 80,60. Lalu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut, Tengku Amir Fadli diperingkat kelima dengan nilai 75,52. Dan peringkat terakhir ada nama Hamid Heriansyah Lubis dengan nilai akhir 75,26.
Pada surat pengumuman yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Akmal Malik itu, mencantumkan keterangan dapat dipertimbangkan kepada enam calon Sekdaprov Sumut yang mengikuti tahapan seleksi sampai akhir. (LM-02)
TEKS FOTO
PENCANANGAN: Gubsu Edy Rahmayadi beri kata sambutan dalam acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani pada Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Selasa (22/2/2022). Dinas Kominfo Provinsi Sumut

