Buka Ruang Dialog Dengan Masyarakat, Bupati Pakpak Bharat: Pertanian Menjadi Fokus Utama Kita di Pagindar

PAKPAK BHARAT – LIPUTAN68.COM – Bupati Pakpak Bharat, Franc Benrhard Tumanggor mengatakan sat ini focus utama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat di Kecamatan Pagindar adalah pengembangan sector pertanian dan perkebunan. Hal ini dia sampaikan saat membuka dialog dan diskusi dengan tokoh masyarakat Pagindar di Aula Kantor Camat Pagindar, Selasa (1/3/2022).

Fokus dan arah Pembangunan kita khususnya di wilayah Pagindar ini adalah pengembangan pertanian dan perkebunan serta ketahanan pangan, hal ini tentunya tidak lepas dari kondisi geogerafis wilayah ini yang juga didukung oleh sebahagian besar mata pencaharian disini adalah petani, hal ini tentunya adalah pertimbangan yang sangat mendasar bagi kami untuk menentukan arah kebijakan pembangunan di Kecamatan ini, dan untuk itu kami mengajak kita semua para tokoh masyarakat disini untuk berdiskusi dan berdialog bersama tentang berbagai masalah dan kendala yang dihadapi oleh petani kita selama ini, ucap Bupati dalam acara ini.

Bupati juga mengajak masyarakat Pagindar untuk bisa seiring sejalan dengan Pemerintah dalam upaya mewujudkan Pakpak Bharat yang nduma dan sejahtera.

Masyarakat harus bisa sejalan dengan Pemerintah ini, sada kata sada orjok sehingga tercipta sebuah sinergitas yang berkesinambungan antara Pemerintah dengan masyarakat, kalau sudah begini akan lebih mudah bagi kita untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada, ungkap Bupati kemudian.

Beberapa persoalan yang dibicarakan diantaranya status tanah milik para petani yang sebagian masuk kawasan hutan sehingga menjadi kendala saat akan dimasukkan dalam program peremajaan sawit, kesulitan dalam pengurusan akte tanah dan sebagainya. Kalangkaan pupuk dan peralatan pertanian serta buruknya infrastruktur yang ada di Kecamatan ini juga menjadi salah satu keluhan masyarakat kepada Bupati.

lahan kita disini memang luas, bagus untuk pertanian dan perkebunan, tapi pak, lihatlah kondisi jalan kami, jembatan tidak layak dilalui kendaraan besar, hal ini sangat menyiksa bagi kami petani di sini, manakala tiba musim panen justru tidak laku karena toke enggan datang kemari, ucap Pondang Manik, salah seorang tokoh masyarakat yang hadir langsung kepada Bupati.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *