Bupati Prihatin, Monumen Pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat Dirusak OTK

” kita bersama unsur forkopimda akan duduk bersama untuk meberikan perhatian khusus terhadap cagar cagar budaya kita. begitu juga yang belum masuk cagar budaya akan dibuat surat ketetapan dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat” kata Kapolres Pakpak Bharat.

Tokoh masyarakat,tokoh adat,tokoh pemuda dan unsur lainnya yang hadir di monumen pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat juga mengutuk keras para pelaku perusakan tersebut.

Tokoh Budaya Suku Pakpak,Erah Banurea, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perusakan ini. Erah Banurea berpendapat bahwa mejan adalah salah satu simbol suku Pakpak yang mesti dijaga dan dilestarikan. Apalagi mejan tersebut berada di tugu pemekaran Kab.Pakpak Bharat.

“Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat suku Pakpak mari bersama sama dan menjaga serta melestarikan adat budaya suku Pakpak,mengingat Kab Pakpak Bharat adalah benteng terakhir suku Pakpak”Pinta erah Banurea.

Sementara itu, tokoh pemuda Antoni berutu menyatakan dirinya sangat miris melihat perusakan ini dimana seharusnya situs ini harus dijaga sebaik mungkin.

“Kepada para pemuda ayo kita jaga dan lestarikan cagar budaya kita, mari sama sama menjaga. dan kepala aparat kepolisian kami harap agar mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya” katanya.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *