Kementrian Pertanian RI Beri Kesempatan Proyek Pengembangan Holtikultura Lahan Kering di Kab.Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT – LIPUTAN68.COM – Kabupaten Pakpak Bharat diberikan kesempatan oleh pemerintah Indonesia melalui kementrian pertanian dalam hal proyek pengembangan  holtikultura di lahan kering (Horticulture Development In  Dryeland Areas Project-HDDAP).Atas nama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, menyatakan siap dan akan mengupayakan segala hal  yang terbaik guna peningkatan sektor pertanian di wilayah Kab Pakpak Bharat.

Demikian ditegaskan oleh Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor saat menerima audensi  Pre-Fact Finding Mission Program Pengembangan Holtikultura dilahan kering – Horticulture Development In  Dryeland Areas Project (HDDAP), Selasa (05/04/2022) di Ruang Garuda Komplek Perkantoran Bupati Pakpak Bharat, Sindeka Salak.

Tampak hadir dalam kesempatan ini dari kementrian Pertanian diantaranya, Direktur Perbenihan Holtikultura, Ketua Tim HADDAP, Ir. RR Liliek Sri Utami, Dr Inti Pertiwi Nashwan,Sp ,M Si, Ir.Hery Widodo ,Ir Anik Kustaryati, Ernawati HR,Sekar Insani dan tim lainnya serta Bupati Pakpak Bharat, Wakil Bupati Pakpak Bharat, Sekda Pakpak Bharat, Kadis Pertanian, pimpinan OPD dan sejumlah kepala Bagian serta unsur lainnya.

Pada kesempatan ini Bupati Franc, Juga menjelaskan bahwa pada tahun 2022-2027 pemerintah Indonesia melalui kementrian pertanian memberikan kesempatan kepada Kabupaten Pakpak Bharat proyek pengembangan  holtikultura di lahan kering (Horticulture Development In  Dryeland Areas Project-HDDAP) dimana Kabupaten Pakpak Bharat merupakan salah satu daerah yang cukup potensial  salah satunya di desa Kuta Dame Kecamatan Kerajaan. proyek pengembangan Holtikultura ini nantinya diharapkan bisa secara otomatis meningkatkan Indeks Pertanian seiring juga meningkatkan  perekonomian masyarakat serta meningkatkan daya saing wilayah tersebut.

” Permasalahan yang dihadapi oleh petani lahan kering antara lain belum didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai, kepemilikan modal usaha yang relatif masih rendah. Oleh sebab itu  dengan adanya program ini maka akan di dukung oleh Asian Development Bank yang bekerja sama dengan kementrian  pertanian dan Dinas tanaman panagn dan holtikultura  Provinsi Sumatera Utara.” Ujar Bupati Franc.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *