oleh

Serang Kapal Perang Moskva Milik Rusia, AS Bantah Bantu Ukraina

Liputan68.com, Washington | Tenggelamnya kapal penjelajah Moskva di daerah lepas pantai Odessa setelah ledakan oleh rudal Ukraina merupakan pukulan berat bagi pasukan Rusia.

Melansir dari laporan BBC bahwa kapal penjelajah rudal 510 Moskva tenggelam pada 14 April di Laut Hitam, selatan Odesa. Setelah Ukraina meluncurkan rudal anti-kapal, mengakibatkan Armada Laut Hitam Rusia terbakar serta mengakibatkan amunisi di dalamnya meledak dan tenggelam.

Hal ini kemudian memicu kemarahan Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, yang mengklaim bahwa dalang pengeboman adalah pekerjaan pemerintah AS untuk memberikan informasi tentang keberadaan kapal Moskva ke Ukraina.

Pernyataan Moskow semakin diperkuat setelah laporan media AS menyebar bahwa para pejabat AS telah memberi tahu pengikut intelijen Volodymyr setelah bertanya kepada Amerika Serikat tentang sebuah kapal yang berlayar ke selatan Odessa.

Liputan JUGA  Pesawat Jumbo 'Mriya' Akan di Bangun lagi Zelensky, Tapi Belum Ada Duitnya

Pejabat tanpa menyebutkan namanya mengkonfirmasi dari lokasi keberadaan moskow dan membantu rudal Ukraina menemukan koordinat yang tepat dari kapal Rusia Moskva.

Penyebaran berita ini kemudian dibantah oleh juru bicara Pentagon John Kirby.

Dikatakan Amerika Serikat tidak pernah memberi Ukraina informasi tentang kapal-kapal Moskow.

“Kami tidak terlibat dalam keputusan Ukraina untuk menyerang kapal atau dalam operasi yang mereka lakukan. Kami tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang niat Ukraina untuk menargetkan kapal,” kata Kirby.

Kirby menjelaskan bahwa Ukraina memperoleh informasi ini dengan menggabungkan informasi yang diperoleh oleh intelijen medan perang mereka sendiri. Washington juga mengklaim hanya memberikan paket bantuan senilai US$ 4,3 miliar untuk pengangkutan senjata ke Kiev dan suntikan dana perang, tetapi tidak memberikan informasi tentang keberadaan kapal Rusia itu.

Liputan JUGA  JUARA EROPA MUNCHEN DIBANTAI 1-4 OLEH HOFFENHEIM

“Kami tidak memberikan intelijen dengan maksud untuk membunuh jenderal Rusia,” tambah Carby.

Tidak hanya Pentagon yang menolak kabar miring itu, Dewan Keamanan Nasional (NSC) Gedung Putih juga membantah adanya pengeboman kapal yang menargetkan perwira senior Rusia.

“Kami tidak memberikan intelijen dengan maksud untuk membunuh jenderal Rusia,” kata Adrian Watson, juru bicara NSC.

Amerika Serikat meski membantah, tetapi Rusia percaya bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan dukungan intelijen untuk memberikan informasi tentang lokasi kapal Rusia. Ini karena serangan Ukraina datang dari laut, AS.

Akibat pengeboman kapal Moskva tersebut, Rusia menjadi semakin agresif dalam melakukan pembalasan terhadap Ukraina dan sekutunya, dan sejauh ini beberapa kota besar di Ukraina telah diserang bom di antaranya Odessa, Donbas dan Donets. oleh bom Rusia.

Liputan JUGA  Kapolda Kepri Dampingi Mendagri Tinjau Arus Penumpang di Pelabuhan Internasional Batam

Tidak hanya itu, baru-baru ini, pabrik kokas dan pusat peleburan bijih besi di kota Avdjivka di Ukraina timur diserang oleh Angkatan Udara Rusia, menewaskan 10 orang dan melukai 15 orang.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.