Kementerian Dalam Negeri Singapura sendiri menyatakan UAS tidak dideportasi melainkan ditolak masuk.
Setidaknya ada empat alasan Negeri Singa melarang UAS masuk ke negaranya.
Pertama, UAS dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan segregasi.
Kedua, Singapura menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.
Ketiga, Pemerintah Singapura menyebut UAS pernah melontarkan komentar yang merendahkan agama lain seperti Kristen. Bahkan, UAS disebut pernah menyebut salib sebagai tempat tinggal roh kafir.
Keempat, Singapura juga menolak UAS karena ia pernah melontarkan pernyataan mengkafirkan agama lain dalam ceramahnya.(SS)
