Sri Lanka yang Semakin Terpuruk Oleh Krisis Ekonomi

Liputan68.com | Kondisi Sri Lanka semakin suram akibat krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah sejak merdeka dari Inggris 1948. Akar penyebab krisis pun ditengarai mulai dari salah urus ekonomi oleh pemerintah, menurunnya kunjungan wisatawan oleh karena pembatasan Covid, inflasi, hingga kenaikan harga energi.

Perdana Menteri baru Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe menyatakan pasokan bahan bakarnya hanya cukup untuk sehari lagi. Negaranya pun membutuhkan dana asing untuk impor bahan penting.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *