Ukraina — Liputan68.com | Lebih dari 2.000 tentara Ukraina yang selama ini terjebak di pabrik baja Azovstal, Mariupol, dikabarkan telah menyerahkan diri ke Rusia.
Pasukan Ukraina menghentikan operasi tempur lawan Rusia di Mariupol, terutama di pabrik Azovstal, demi membuka jalan evakuasi bagi warga sipil yang masih terjebak di pabrik itu sejak beberapa pekan terakhir.
Pabrik Azovstal menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di Mariupol dan kini diklaim sudah dikuasai Rusia.
Para prajurit yang menyerah itu pun dibawa pasukan Rusia ke kamp penahanan praperadilan di Donetsk dan menjadi tawanan perang.
Salah satu tentara Ukraina yang menyerahkan diri sempat bersurat kepada istrinya beberapa hari sebelum dipindahkan ke kamp penahanan Rusia.
“Suami saya menulis surat kepada saya dua hari lalu. Situasinya sangat sulit dan mengerikan,” ucap Natalia Zarytska, istri dari salah satu pejuang di Azovstal, Sabtu (21/05/2022).
“Suami saya sedang dalam perjalanan dari satu neraka ke neraka yang lain,” lanjutnya.
