Marissa Hutabarat, Wanita Keturunan Batak yang Menjadi Hakim di Amerika

Kemudian Dia melanjutkan pendidikan Fakultas Hukum di Loyola University dan lulus pada tahun 2010.

Setelah lulus, ia melanjutkan kerja magang dengan hakim Roland Belsome untuk Pengadilan Banding Negara Bagian Louisiana.

Awal karirnya sebagai pengacara cedera pribadi atau personel injury attorney, dari sinilah Ia banyak mempelajari dan memahami sudut pandang banyak orang dalam mengajukan kasus di pengadilan.

Dia juga berpengalaman sebagai pengacara di firma hukum Glago Williams, yang berfokus menangani kasus perdata seperti kecelakaan lalu lintas, malpraktik medis, asuransi dan kasus lainnya.

Di sepanjang karirnya sebagai pengacara, ia ingin memastikan pada setiap orang yang hadir di pengadilan merasakan penerimaan, merasa dihormati dan merasa suara mereka di dengar oleh hakim yang berlaku adil dan tidak memihak.

Menjadi seorang hakim adalah impiannya sejak di bangku fakultas hukum, yang saat ini mimpi itu pun menjadi sebuah kenyataan.

“Menjadi seorang hakim adalah impian saya sejak masuk ke sekolah hukum dan bersyukur kepada Tuhan yang memberikan kesempatan kepada saya untuk melayani dalam kapasitas ini (sebagai hakim),” katanya.

Marissa Hutabarat telah dikenal sebagai sosok wanita yang inspiratif, memiliki tekad yang kuat dan kerap menggunakan kemampuan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Selain itu, dia juga dikenal sebagai pekerja keras dan memiliki komitmen serta visi hukum kehidupan.

“Visi saya adalah untuk memastikan bahwa pengadilan ini memiliki seorang hakim yang adil dan menghargai setiap orang dari semua lapisan masyarakat,” kata Marissa.

“Saya berkomitmen untuk menjadi hakim rakyat, karena saya memiliki belas kasih supaya orang-orang dari semua lapisan masyarakat merasa diterima, dihargai, dan suaranya benar-benar didengar oleh hakim yang adil dan tidak memihak,” tambahnya.

Marissa Hutabarat membagikan tips hidup untuk mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan dengan bekerja keras.

“Kejarlah mimpimu dan bekerja keraslah demi mewujudkannya, keluarga itu penting untuk mendukungmu, kalau tidak ada yang bisa memberikanmu bimbingan dan semangat. Lakukan apa yang ingin kau lakukan, niscaya akan berhasil,” tutup Marissa.(SS)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *