“Toiletnya sangat jorok, licin dan sangat membahayakan, orang bisa jatuh dan cidera. Kemudian klosetnya, mohon maaf, banyak sekali tinja yang tidak disiram. Ini luar biasa sekali,” kata dia.
Sebagai pengguna, dalam sepekan 3-4 kali ia melintasi jalan tol Medan-Tebing Tinggi dan merasa sangat terganggu dengan kejorokan rest area jalan tol tersebut.
Kondisi semakin memerihatinkan, lanjut dia, karena toilet itu berdekatan sekali dengan Masjid Alrahman dan Al Arahim di dua sisi yang berbeda. Kondisi masjid, kata politisi PKSĀ juga tak kalah jorok apalagi di teras masjid yang banyak sampah.
“Di teras masjid di atas sajadah, banyak sampah bekas makanan. Bahkan tadi saya harus memunguti jarum pentol yang membahayakan bagi orang lewat di masjid tersebut. Karena itu saya minta pengelola jalan tol serius mengelola rest area ini, mengingat ini satu-satunya rest area jalan tol Medan-Tebing Tinggi,” kata Kang Hadian, sapaan akrabnya.
Ia pun meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengingatkan pihak-pihak terkait untuk serius mengelola rest area tersebut, mengingat pengguna jalan tol Medan-Tebing Tinggi sudah semakin banyak. Boleh jadi kondisi itu karena ulah pengguna jalan ataupun para pengusaha yang berbisnis di rest area.
“Saya minta semua pihak lebih profesional untuk menjaga aset bersama ini karena ini untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (LM-02)

