Medan – Liputan68.com – Sejarah mencatat sejak zaman dahulu banyak negara yang tidak lagi eksis karena beberapa faktor mulai dari terpecah, bergabung hingga berganti nama. Selama abad ke-20, ada beberapa negara yang sebelumnya terpisah kemudian dipersatukan kembali setelah bertahun-tahun konflik dan perang. Contohnya adalah Vietnam Utara dan Selatan, yang dipersatukan kembali pada tahun 1976. Setelah dipersatukan, kedua negara tersebut sudah tidak ada lagi.
Mengutip laman World Atlas, berikut ini daftar negara yang sudah tidak ada lagi atau hilang dari peta dunia.
- Republik Rakyat Tuvan
Republik Rakyat Tuvan adalah sebuah negara merdeka yang sebagian diakui terletak di bekas wilayah protektorat Tuvan dari Kekaisaran Rusia yang didirikan pada tahun 1921.
Negara ini telah menjadi bagian dari dinasti Qing Tiongkok sebelum dicaplok oleh Kekaisaran Rusia. Pada tanggal 14 Agustus 1921, dengan dukungan Rusia, kaum Bolshevik mendirikan Republik Rakyat Tuvan yang dikenal sebagai Tannu Tuva hingga tahun 1926.
Kemudian pada tahun 1926 Republik Rakyat Mongolia membentuk sebuah perjanjian dengan Uni Soviet yang menegaskan kemerdekaan negara itu.
Karena peran mereka dalam perang melawan Jerman, pada 11 Oktober 1944 Republik Rakyat Tuvan bergabung dengan Uni Soviet. Negara itu kemudian secara resmi dicaploki sehingga tidak ada lagi.
- Vietnam Utara/Vietnam Selatan
Perang Vietnam yang dimulai pada tahun 1954/1955 membuat wilayah terbagi menjadi beberapa negara terpisah yang berbatasan dengan Sungai Ben Hai di Provinsi Quang Tri.
Vietnam Utara dipimpin oleh pemerintah komunis yang sekutunya adalah Uni Soviet dan Cina komunis sedangkan Vietnam Selatan memiliki pemerintahan yang demokratis dan pasar bebas yang sekutunya adalah Amerika Serikat.
Kedua negara yang terpisah tidak ada lagi ketika mereka bersatu sebagai negara tunggal 1975 setelah berakhirnya Perang Vietnam.
- Cekoslowakia
Cekoslowakia terletak di Eropa Tengah dan didirikan pada tanggal 28 Oktober 1918. Negara ini mewakili dua kelompok etnis Slavia yang dominan yang terdiri dari Ceko dan Slovakia.
Sepanjang Perang Dunia II dan Perang Dingin, negara ini mengalami perpecahan politik dan ekonomi yang besar.

