Menurut M Qodari, pesan Ojo Kesusu yang dimaksud Presiden Jokowi adalah sinyal untuk para relawan agar bersabar.
Sebab Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 7 yang mengatur tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden belum dilakukan amendemen.
“Ojo kesusunya itu apa ? Ojo kesusunya ini karena Undang-Undang Dasar-nya belum di amendemen gitu. Artinya tiga periode masih hidup. Still alive and kicking. Jadi, gitu bahasanya,” ucap Qodari.
Qodari yang juga penggagas Gerakan Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 itu meyakini setelah mendengar pidato yang diutarakan Presiden Jokowi tersebut, menjadi energi baru bagi para relawan pendukung Jokpro untuk kembali bersemangat mewujudkan gagasan tersebut.
“Masih berharap dan saya yakin setelah pidato Pak Jokowi ini pendukungnya yang tiga periode ini akan menggeliat luar biasa,” imbuhnya.
Menurut M Qodari, kedua tokoh tersebut (Jokowi-Prabowo) didukung kembali maju untuk mencegah permasalahan bangsa yang terus menguat, yaitu menguatnya politik identitas dan terjadinya polarisasi di tengah masyarakat.
Dua nama yang disebut-sebut bakal maju di bursa capres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, masih belum mewakili mayoritas masyarakat. (SS)
