Pergerakan Partai Gelora Membuat Ketar-ketir PKS dan Partai Islam Lainnya

Virdika lantas menyebut, ketokohan Fahri Hamzah ini misalnya, bisa jadi konsolidator untuk pemilih dari partai-partai Islam.

“Dengan ketokohan dan kuatnya Fahri ini sebagai contoh saja, ia dapat membelah dan mengonsolidasikan basis pendukung PKS. Utamanya gerakan dakwah kampus yang selama ini seperti dikuasai dan identik dengan PKS, sekarang tak lagi seperti itu,” paparnya.

Ia menyebut, ada tren di mana banyak kader dari organisasi KAMMI yang justru beralih suara, tidak lagi ke PKS seperti dahulu.

“Tak sedikit orang anggota KAMMI yang justru memilih menjadi kader Partai Gelora,” paparnya.

Ia pun mengingatkan, Partai Gelora tinggal memikirkan cara untuk mendapatkan suara dari luar PKS.

“Tinggal bagaimana Gelora bisa menawarkan sesuatu yang baru atau lain dari PKS untuk mendapatkan suara di luar basis PKS yang mereka belah,” imbuhnya.

Diluar basis PKS yang dimaksud penulis buku Menjerat Gus Dur (2019) itu yakni basis pemilih Islam di kota atau berbasis ormas, seperti PAN maupun partai baru seperti Pelita atau Partai Ummat yang diririkan Amien Rais.

Partai Gelora sendiri dideklarasikan 10 November 2019 di Jakarta. Saat ini sendiri dikabarkan partai ini sudah punya kepengurusan di 34 provinsi di Indonesia.

Partai Gelora dipimpin oleh Anis Matta sebagai Ketua Umum, dan Sekjen Mahfudz Shiddiq. Sedangkan Fahri Hamzah didapuk menjadi Wakil Ketua Umum.(SS)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *