Medan — Liputan68.com | Penyakit reumatik dan asam urat seringkali dianggap sama, namun rupanya memiliki perbedaan berdasarkan gejala, penyebab dan risikonya.
Reumatik dan asam urat memang mirip satu sama lain karena kedua penyakit tersebut menyebabkan peradangan pada sendi.
Namun, penting untuk mengetahui perbedaan reumatik dan asam urat karena pengobatan kedua masalah kesehatan ini pun berbeda.
Perbedaan reumatik dan asam urat
Reumatik adalah kondisi peradangan autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sehat di jaringan sinovial atau lapisan sendi.
Reaksi inilah yang menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembengkakan pada sendi.
Biasanya reumatik terjadi di tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lutut di kedua sisi tubuh.
Apabila tidak segera diobati, serangan reumatik yang berulang dapat menyebabkan kerusakan sendi.
Sementara itu, asam urat adalah gangguan inflamasi yang disebabkan karena tingginya kadar asam urat dalam darah.
Kristal asam urat dapat mengendap di jaringan sinovial, terutama di tangan, kaki, dan siku menyebabkan peradangan dan nyeri.
Meski penderita reumatik dan asam urat sama-sama mengalami radang dan nyeri sendi, namun gejala dua penyakit ini berbeda.
Berikut perbedaan gejala reumatik dan asam urat, melansir Medical News Today.
Gejala reumatik
Kelelahan
Demam
Nyeri atau kaku pada sendi
Nyeri dan kekakuan pada persendian di kedua sisi tubuh, seperti kedua pergelangan tangan atau pergelangan kaki
Mudah lelah
Penurunan berat badan
Gejala asam urat bisa datang dan pergi
Serangan dapat terjadi ketika kelebihan kristal asam urat menumpuk di persendian.
Gejala asam urat pada persendian dapat meliputi:
Rentang gerak berkurang
Pembengkakan
Lemas
Meriang
Bagian tubuh yang paling sering terkena asam urat adalah jempol kaki, tetapi juga dapat mempengaruhi sendi lain seiring perkembangannya.
Sementara reumatik lebih cenderung melibatkan banyak sendi pada satu waktu dan dapat menyebabkan kelelahan, demam ringan, dan penurunan berat badan.
Ahli medis hingga kini belum bisa memastikan penyebab reumatik dalam tubuh.
