Peran Penting Soekarno Dalam Memberikan Pemahaman Nilai-nilai Pancasila

“Salah satu kehebatan Bung Karno dia penulis artikel koran yang populer dan bahasanya sangat bagus dan itu yang membuat dia selain orator dia penulis yang bagus,” kata Rizal.

Menurut Rizal, untuk memberikan pemahaman mengenai Pancasila kepada masyarakat di zaman modern saat ini bisa melalui berbagai cara. Mulai dari memberikan contoh perilaku dalam bertindak sehari-hari, melalui filsafat hingga konten.

“Dalam konteks sekarang, bagaimana nilai-nilai kebangsaan yang bagus yang filosofis seperti Pancasila bisa dimengerti dan dicintai masyarakat, menurut saya kita jagan nuntut terlalu banyak juga, ini di filosofi of state bukan filosofi people. Ini folosofi negara.

“Mengajarkan sesuatu yang mulia kan tidak dengan mengatakan ini mulia loh. Pertama itu, orang berikan contoh. Kemudian kepada mereka anak-anak yang masih muda selain contoh ya yang tadi meyakinkan mereka dalam kerangka yang mereka pahami. Banyak cara menuju roma,” jelasnya.

Sependapat dengan Rizal, kontent creator Ferry Irwandy menyebut Sukarno merupakan pencerita yang hebat. Sukarno dinilai mampu berbicara dan memberikan pemahaman dengan siapapun.

“Kenapa Bung Karno lebih bisa dianggap menaruh nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat luas, karena Bung Karno seorang storyteller yang hebat kan. Dia tahu bagaimana bicara dengan wartawan, bagaimana bicara dengan petani, bagaimana bicara dengan Kiai,” ujarnya.

Ferry mengatakan memberi pemahaman nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat harus disesuaikan dengan tingkatan pengetahuannya. Sebab tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman dan penerimaan informasi yang sama.
“Pemahaman tentang Pancasila harus disesuaikan dengan kelas masyarakatnya. Mereka terbagi antar kelas, dengan akses pendidikan yang berbeda dengan akses pengetahuan yang berbeda cara mengolah informasi yang berbeda,” kata Ferry.

“Ketika membicarakan Pancasiala dengan doktor, tentu itu nggak akan sama dengan kita membicarakan pancasila kepada msyarakat yang kurang beruntung yang mendapatkan akses yang kurang mendapat previllage. Ini yang sering kali salah atau keliru digunakan orang-orang untuk memberikan pemahaman apa itu Pancasila, itu yang saya rasakan sendiri,” sambungnya.(SS)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *