Medan – Liputan68.com – Masyarakat Indonesia kerap menyebut penyakit usus buntu hanya dengan sebutan usus buntu. Padahal, usus buntu adalah nama organ di dalam tubuh manusia. Usus buntu adalah organ kecil yang menempel pada usus besar di sisi kanan bawah rongga perut.
Fungsi organ ini adalah menjadi tempat bakteri, baik berlindung maupun berkembang biak. Sama seperti organ tubuh lainnya, usus buntu juga bisa terinfeksi dan mengalami peradangan. Saat seseorang mengalami penyakit usus buntu, artinya telah terjadi peradangan pada organ usus buntu atau dalam dunia medis disebut apendiksitis.
Penyebab usus buntu dalam banyak kasus tidak diketahui secara pasti. Para ahli hanya percaya bahwa kondisi itu disebabkan oleh penyumbatan pada usus buntu.
Ada banyak hal yang bisa berpotensi menyebabkan penyumbatan apekdiks, di antaranya :
- Penumpukan kotoran yang mengeras
- Folikel limfoid yang membesar
- Benda asing
- Cacing usus atau parasit
- Cedera traumatis
- Tumor
Ketika organ usus buntu tersumbat, bakteri dapat berkembang biak di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan nanah dan pembengkakan, yang dapat menyebabkan tekanan menyakitkan di perut.
Gejala usus buntu
Dilansir dari Buku ‘Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien’ (2013) oleh Dr. Ayustawati, PhD, penyakit usus buntu adalah kasus darurat.
Usus buntu yang meradang bisa pecah dan isi sumbatan yang mengandung bakteri bisa menginfeksi seluruh organ usus hingga menimbulkan peradangan pada selaput usus. Kondisi tersebut disebut peritonitis, kondisi yang bisa mengancam jiwa penderitanya jika tidak segera diobati secara tepat.
Oleh sebab itu, mengetahui gejala penyakit usus buntu sangat penting, agar orang yang merasakannya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.
Berikut ini gejala penyakit usus buntu yang perlu diwaspadai :
- Perasaan nyeri di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke bagian kanan bawah dari perut.
- Nyeri mendadak yang dimulai di sisi kanan perut bagian bawah.
- Nyeri di bagian belakang bawah, betis, dan lubang anus.
- Demam ringan yang mungkin memburuk saat penyakit berlanjut.
- Mual dan muntah.
- Diare atau konstipasi (susah buang air besar).
- Kehilangan nafsu makan.
- Perut kembung.
Cara memastikan kondisi usus buntu
