Walaupun demikian, Paus mengatakan, muncul kemungkinan perang di Ukraina saat ini merupakan tindakan provokasi atau dibiarkan.
“Kita tidak melihat seluruh drama yang terjadi di belakang perang ini, yang mungkin dalam waktu tertentu entah diprovokasi atau tidak dicegah. Saya melihat ketertarikan dalam menguji dan menjual senjata. Itu sangat menyedihkan, tetapi itu yang dipertaruhkan,” kata Paus, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Fransiskus bercerita ia sempat bertemu dengan “seorang kepala negara” yang sangat mengkhawatirkan pergerakan NATO, sebelum invasi dimulai.
“Saya bertanya kepada dia alasannya, dan dia menjawab, ‘Mereka menggonggong di depan gerbang Rusia. Mereka tidak mengerti Rusia merupakan kekaisaran dan tidak mengizinkan kekuatan asing apa pun untuk mendekatinya’,” kata Paus.
Paus tak mengungkapkan “kepala negara” yang ia maksud. Namun, pergerakan NATO merupakan salah satu alasan Putin memutuskan untuk menggempur Ukraina.(SS)
