“Akan ada ujian seleksi sesuai profesi ibu, seperti guru honorer menjadi P3K, kita sudah bantu dengan bimbingan test, namun ada juga yang tidak lulus. Jadi, ibu-ibu bidan juga harus siap,” kata Bupati menjelaskan.
Lain,Maria Simamora, lain juga dengan Masni Sihombing. Bidan di Puskesmas Kentara ini menginginkan berdirinya kampus untuk jenjang pendidikan sarjana kebidanan sebagai wadah peningkatan kemampuan skill dan akademisnya. Hal ini pun mendapat sambutan baik dari Bupati.
“Saya rasa semangat ibu Masni juga mewakili semangat ibu-ibu bidan lain. Memang kualitas pendidikan itu penting untuk peningkatan kualitas SDM, karena kualifikasi akademis yang berbeda tentu akan punya nilai berbeda,” ujarnya.
Lebih jauh Bupati menjelaskan bahwa pemkab Dairi sudah melakukan penandatanganan kerjasama dengan lembaga pendidikan untuk menampung aspirasi itu, tinggal melengkapi persyaratan administrasi dan waktu saja.
“Hanya tinggal koordinasi dengan Kadis terkait. Secara teori, tidak ada hambatan. Saya ingin informasi ini juga sampai ke teman-teman bidan yang lain yang berada jauh dari jangkauan,” katanya mengakhiri.
Hadir juga dalam kegiatan ini,Kepala dinas kesehatan, dr.Henry Manik Mewakili RSUD, Mewakili dinas KB, Ketua PC IBI, Setiawaty Ginting, Ketua TP.PKK kabupaten, Ny.Romy Mariani Eddy Berutu, Seluruh Koordinator Bidan Dan seluruh peserta.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber, seperti dr.Bonar Sinaga, Sp.OG, dan dr.Nitawati Sitohang.
(LM-01)
