“Tidak mungkin demokrasi bisa tumbuh (di Indonesia) kalau ormas Islam tidak pro demokrasi. Bisa kita saksikan, di Timur Tengah tidak jalan, Afghanistan tidak jalan.” Tegasnya.
Memang tidak dapat disangkal bahwa akhir-akhir ini demokrasi yang berjalan di Indonesia seakan makin menjauh dari nilai-nilai Pancasila, dalam hal ini sila ke-4, demokrasi Indonesia sedang dalam keadaan “kacau balau” menurut Prof. Azyumardi Azra. Meski demikian, hal itu bukan berarti sistem demokrasi perlu diganti dengan sistem lainnya, tetapi cukup mengembalikan kepada nilai-nilai Pancasila.
Menurut Prof. Azyumardi Azra, di mata dunia muslim internasional, Pancasila merupakan “harta berharga” bagi bangsa Indonesia. Mereka menganggap bangsa Indonesia beruntung memiliki Pancasila.
“Jadi kita dianggap beruntung, karena negara (mayoritas) muslim lainnya kacau balau. Indonesia itu mayoritas muslim tapi tidak kacau balau. Karena apa ? Karena memiliki Pancasila.” Ucapnya sembari memungkasi pidatonya.
Hal lain yang disampaikan oleh Prof. Azyumardi dalam diskusi tersebut antara lain, beliau juga menyorot berbagai kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila dengan realita yang ada. Memperbaiki pelaksanaan nilai-nilai Pancasila harus menjadi agenda pokok bersama, khususnya bagi lembaga yang bertanggung jawab, dalam hal ini Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).(SS)

