Lalu, tim terpadu turun untuk melakukan patroli di dalam kawasan hutan Lae Pondom dan Dolok Tolong.
“Tindakan ini kita lakukan sebagai bentuk keprihatinan pemerintah dengan aksi perambahan hutan di kawasan Lae Pondom dan Hutan Dolok Tolong yang sudah kritis dan mengkhawatirkan makan perlu dilakukan penanganan komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait,” katanya.
Amper juga menjelaskan, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai tidak ada lagi aksi perambahan hutan di Lae Pondom.
Amper pun meminta dukungan dari KPH XV Kabanjahe dan tim lain untuk bersama-sama mengawasi aksi perambahan hutan di Lae Pondom.
“Saya perlu sampaikan hutan Lae Pondom merupakan daerah tangkapan air untuk kecamatan Sumbul dan Danau Toba. Kita tidak ingin Danau Toba kita surut. Untuk tim terpadu akan berupaya untuk menjaga hutan ini,” ujarnya.
Tindakan selanjutnya, tim terpadu akan melakukan inventarisasi lagi titik-titik koordinat mana saja hutan yang sudah dirambah. Kemudian tim terpadu akan kembali melakukan patroli gabungan.
“Ini akan terus kita lakukan. Pak bupati yang kebetulan hari ini tidak bisa ke lapangan karena kegiatan HUT Bhayangkara ke 76, namun pak Bupati Eddy Berutu meminta tim gabungan untuk terus menginventarisir hutan yang sudah dirambah dan sosialisasi stop perambahan hutan digencarkan,” ungkapnya.
(LM-01)

