Bupati juga berpesan agar para petani kapur di Pakpak Bharat tidak hanya terpaku pada kegiatan bertani saja, tetapi lebih pada sebagai pelaku UMKM baru serta memiliki inovasi produk yang lebih baik dan mampu memberi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Pakpak Bharat.
Maka kepada seluruh peserta pelatihan ini, saya harapkan agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius agar nanti dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat ditempat masing-masing, tutup Bupati.
Pelatihan pembuatan parfum berbahan kemenyan, kapur, nilam dan serai wangi ini diselenggarakan dengan sasaran para petani di berbagai wilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang menjadi basis penghasil produk dimaksut.
Dengan adanya pelatihan ini tentunya akan mampu mengangkat nilai jual dari produk-produk local kita yang talah lama mendunia, jadi kita tidak lagi terfokus pada kuantitas semata akan tetapi lebih kepada peningkatan mutu dan kualitas, Saya berharap agar hasil pelatihan ini benar-benar mampu menggerakkan kita semua, menjadikan Daerah ini sebagai pusat pembuatan parfum berbahan dasar kapur, kemenyan, nilam dan serai wangi yang tentunya dapat menjadikan Pakpak Bharat menjadi perhatian nasional dan dunia. Dengan pendampingan dari kedua pakar yang sudah menginternasional yakni Dr. Aswandi, S.Hut, M.Si dan Cut Rizliani K, S.Hut, M.Si harapan ini rasanya tidak akan sekedar menjadi angan-angan, ucap Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin di tempat pelatihan.
(LM-01)

