Lembaga Pelatihan & Kursus Minta Pemda Perhatikan Mereka, Kang Hadian Siap Jembatani

BATU BARA — LIPUTAN68.COM — Kebutuhan akan lapangan pekerjaan bagi generasi muda sangatlah tinggi, di samping masih tingginya angka pengangguran saat ini.

Jangankan orang yang tak punya ijazah dan keahlian, yang memilikinya pun saat ini tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Hal ini diperparah oleh sikap mental generasi muda yang lemah dalam kemandirian dan  kewirausahaan.

Hal ini terungkap dalam dialog Anggota DPRD Sumut, Ahmad Hadian bersama para pengelola lembaga pelatihan dan kursus yang tergabung dalam Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Kabupaten Batu Bara pada Rabu, 13 Juli 2022 yang berlangsung sebagai salah satu agenda resesnya di Gedung BLK Al Izzah Desa Aras, Kec. Air Putih, Batu Bara.

Guna membekali generasi muda dengan kecakapan teknis dan keterampilan, kehadiran lembaga penyelenggara kursus keterampilan menjadi salah satu solusi.

Sebab mereka mendidik anak-anak muda usia 15-18 tahun melalui program pendidikan vokasi luar sekolah dalam bidang komputer, tata boga, tata busana, rias kecantikan dan lain-lain.

“Di Batu Bara sendiri ada sekitar 25-an lembaga pelatihan dan kursus yang tergabung dalam HIPKI. Selama ini kami mendapat dukungan program kegiatan langsung dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Tenaga Kerja, sementara dari pemkab dan Pemprovsu belum ada,” ungkap Eko Budianto, Sekretaris HIPKI Batu Bara sekaligus pengelola LPK Az Zikra Sei Balai kepada Anggota DPRD Sumut.

Eko bersama lima pengelola LPK lain memohon kepada anggota DPRD Sumut untuk membantu dan menjembatani mereka dengan Pemkab Batu Bara dan Pemprov Sumatera Utara.

Sebelum menanggapi hal tersebut, Ahmad Hadian yang berasal dari Daerah Pemilihan Batu Bara, Asahan dan Tanjungbalai meminta para pengelola LPK tersebut satu per satu menyampaikan profil lembaga mereka dan berbagai harapannya untuk pemerintah.

Dalam tanggapannya, Hadian yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut ini menyatakan kesiapannya menjembatani HIPKI dengan Pemprovsu dan Pemkab Batu Bara.

Bahkan setelah usai acara dialog tersebut, Hadian langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Baharuddin Siagian melalui sambungan Whatsapp.

“Setelah saya mendengar penjelasan mereka saya jadi paham ternyata mereka ini para pahlawan ekonomi juga. Sebab mereka telah banyak mendidik generasi muda sehingga memiliki keahlian dan keterampilan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak dari lulusan lembaga itu kemudian mampu mandiri membuka usaha sektor riil seperti percetakan, ketikan komputer, salon kecantikan, rias pengantin, pembuat kue dan kuliner serta usaha jahitan dan bordir.

“Ini luar biasa. Saya mengapresiasi ini, seharusnya pemerintah pun mengapresiasi mereka berupa dukungan program melalui APBD agar LPK ini lebih banyak berkiprah. Namun tadi saat saya kontak dengan Kadisnaker Sumut, beliau mengatakan kendala anggaran yg sangat kecil untuk bisa mendukung LPK ini,” kata Kang Hadian, sapaan beken Ahmad Hadian.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *