Alumni Fakultas Pertanian USU ini menegaskan, membangun pertanian harus memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi/lingkungan. SDGs sudah menjadi platform semua negara.
“Tapi pertanian organik, belum menjadi gerakan bersama. Baru bersifat parsial dan sporadis. Ini jadi tugas kita semua untuk mendorong kebijakan yang berpihak atau mendorong penguatan kebijakannya untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Soekirman sendiri ditunjuk menjadi Duta Kehormatan Pertanian Organik, atas kontribusi yang luar biasa bagi pengembangan pertanian organik di Asia. Soekirman menyebutkan dirinya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang membawa misi memperkenalkan potensi pertanian organik di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
(LM-01)
